Kasus Menara Miring Al Markaz Maros Tanpa Tersangka, ACC Nilai Polres Pilih-pilih Kasus

Abdul Kadir mengatakan, seharusnya Polres sudah menetapkan tersangka sebelum pengerjaan ulang menara dilakukan oleh kontraktor.

Kasus Menara Miring Al Markaz Maros Tanpa Tersangka, ACC Nilai Polres Pilih-pilih Kasus
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Manara miring masjid Al Markaz Maros, diganti dengan besi baja setelah rubuh pada tahun 2017 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi menara miring Masjid Al Markaz oleh Reskrim Polres Maros.

Pasalnya, Polres Maros belum pernah menetapkan tersangka dalam kasus menara senilai miliaran rupiah tersebut. Sementara proses pengerjaan masih berlanjut.

Wakil Direktur ACC, Abdul Kadir mengatakan, seharusnya Polres sudah menetapkan tersangka sebelum pengerjaan ulang menara dilakukan oleh kontraktor.

"Ada yang janggal pada kasus menara miring. Kenapa pembangunan dilanjutkan setelah menara dirubuhkan. Sementara belum ada tersangka dalam kasus itu. Harusnya sudah ada tersangkanya," kata Kadir, Kamis (2/8/2018).

Kadir juga mempertanyakan alasan atau dasar hukum pergantian bangunan menara miring dari beton menjadi baja. Sebelum membangun ulang, Polres harus koordinasi dengan pihak BPKP dan Kejaksaan Negeri.

Namun hal tersebut tidak dilakukan Polres. Seharusnya, sebelum dilakukan pergantian menara, Polres harus koordinasi dengan Kejari. Hal tersebut sudah sesuai ketentuan. Apalagi kasus tersebut sudah penyelidikan.

"Kami nilai, Polres ini bertindak semaunya. Pergantian menara itu, seharusnya tidak dilakukan begitu saja. Harus juga ada koordinasi dengan Kejari. Harus itu, karena sudah penyelidikan," kata Kadir.

Polres dinilai pilih-pilih kasus yang akan diusut hingga penetapan tersangka. Menara miring, merupakan kasus pertama yang mendapat kebijakan tidak berdasar dari Polres.

Sementara kasus dugaan korupsi lain diusut. Jika Polres ingin berbuat adil dan tidak tebang pilih, semua kasus yang diusutnya juga dibiarkan. Kontraktor lain juga harus diberikan kesempatan untuk memperbaiki dan membangun ulang.

"Harusnya (kontraktor) diperlakukan sama. Kalaupun ada yang mengganti, ya ganti semua. Jangan karena ada faktor kedekatan dengan kontrakornya, sehingga polisi memberikan kesempatan pembangunan ulang," katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Jufri Nasir dikonfirmasi, tidak merespon. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved