Jaksa Belum Siap, Sidang Pembacaan Tuntutan Pelaku Penculikan Bayi Ditunda

Penundaan persidangan lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar belum siap membacakan tuntutan

Jaksa Belum Siap, Sidang Pembacaan Tuntutan Pelaku Penculikan Bayi Ditunda
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Sekertaris NBC Interpol Indonesia, Brigjen Pol Napoleon Bonaparte saat konferensi pers terkait Penculik bocah asal Argentina, Jorge Langone dan Candela Guitterez di Polda Sulsel, Makassar, Rabu (7/2/2018). Kasus penculikan bocah asal Argentina, Alum Lango (7) disebutkan telah membuat Provinsi Sulsel, tepatnya Tana Toraja, terkenal di mata masyarakat Argentina. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sidang kasus dugaan penculikan balita berusia 1,5 tahun di Jl Pendidikan Raya Komplek IKIP, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar ditunda hingga Rabu depan.

Penundaan persidangan lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar belum siap membacakan tuntutan terhadap keempat terdakwa.

Keempat terdakwa tersebut masing masing Andi Rezha Septian Abbas alias Risal (28 ), Anwar alias Abang dan Yuliasri alias a Ayu (30 ) dengan pelaku utama Yusfikar Majid alias Yus (34 )

"Sidangnya rencana baru digelar Rabu depan, karena kemarin sidangnya ditunda," kata Kuasa Hukum salah satu terdakwa, Yuda kepada Tribun, Kamis (02/08/2018).

Yuda yang mendampingi tiga terdakwa Risal, Anwar dan Ayu berharap tuntutan hukuman yang dijatuhkan JPU tidak memberatkan klienya.

Ketiga terdakwa tersebut dianggap bukan pelaku utama, melainkan hanya suruhan dari Yusfikar. Zulfikar yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Barru.

"Mereka hanya suruhan, pelaku utamanya ada Yus," jelasnya.

Sekedar diketahui penculikan bayi terjadi pada Selasa (8/1/2018) pukul 11.00 Wita. Para pelaku mengancam penjaga balita Hanum, Eti dengan menggunakan pisau sangkur.

Selain mengancam, pelaku juga melakban mulut Eti dan bawa ke kamar. Di kamar ini, kaki Eti juga diikat dengan lakban. Risal kemudian mengambil balita Hanum yang lagi tidur.

Kemudian pelaku Anwar mengunci pintu kamar dari luar kemudian kabur dengan mobil rentalnya.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved