Wabup Lutim Minta Proyek Rehabilitasi Irigasi di Kalaena Tak Ganggu Aktivitas Petani

Hasil kunjungan juga menyepakati waktu buka tutup air yaitu buka air 1 Agustus hingga 15 September 2018.

Wabup Lutim Minta Proyek Rehabilitasi Irigasi di Kalaena Tak Ganggu Aktivitas Petani
ivan ismar/tribunlutim.com
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam juga sudah meninjau proyek pembangunan rehabilitasi jaringan induk irigasi Kalaena sepanjang 11 kilometer di Kecamatan Kalaena, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (31/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, KALAENA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengucurkan Rp 31,8 milliar untuk pembangunan rehabilitasi jaringan induk irigasi Kalaena sepanjang 11 kilometer di Kecamatan Kalaena, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dana APBN dikucurkan melalui Dirjen Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Adapun kontraktor pelaksana pembangunan irigasi itu dikerjakan PT Herba Sari selama 270 hari kalender.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam juga sudah meninjau proyek, Selasa (31/7/2018). Ia mengingatkan proyek rehabilitasi tidak boleh mengganggu aktivitas petani.

Irwan mendapat laporan, proyek membuat petani khawatir soal pasokan air saat musim tanam tiba. Ia meminta proyek itu tidak mengganggu aktivitas petani.

Baca: Kadis PSDA Bulukumba Bantah Tak Urus Bendungan Irigasi Bontomatene

Baca: Bareng Warga, TMMD ke-102 Bangun Irigasi di Desa Botto Sidrap

"Apalagi hampir 14 ribu lebih areal persawahan petani di wilayah ini mengandalkan pasokan air dari irigasi ini," kata Irwan kepada TribunLutim.com, Rabu (1/8/2018).

Kontraktor pelaksana juga diminta agar progres pekerjaan bisa dioptimalkan. Sebab, jumlah pekerja di lokasi proyek masih minim dan perlu tambahan agar target kerja bisa tercapai.

"Saya selalu lalu lalang diwilayah ini. Saya amati jumlah tenaga kerja di proyek ini jumlahnya minim. Saran saya tenaga kerjanya ditambah agar progres pekerjaan bisa selesai tepat waktu," tuturnya.

Saat kunjungan, hadir Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Muharif, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Andi Juanna dan Camat Mangkutana, Awaluddin.

Hasil kunjungan juga menyepakati waktu buka tutup air yaitu buka air 1 Agustus hingga 15 September 2018.

Kemudian tutup air 15-25 September 2018, selanjutnya buka air 25 September sampai 10 Oktober 2018, tutup air 10-20 Oktober 2018.

Kemudian buka air 20 Oktober hingga 25 November 2018 dan tutup air 5 November hingga 31 Januari 2019. Muharif juga mengajak petani agar memanfaatkan sistem buka tutup air secara konsisten.

"Dengan harapan agar proyek yang sementara berjalan ini tidak mengganggu aktivitas menanam petani," ujarnya.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved