Tauhid Pimpin Forum Kelapa Sawit Luwu Utara

Sayangnya, harga buah sawit atau tandan buah segar (TBS) di Luwu Utara masih jauh dari harapan petani.

Tauhid Pimpin Forum Kelapa Sawit Luwu Utara
ochi/tribun-timur.com
Ilustrasi-kelapa sawit

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Kelapa sawit adalah komoditas perkebunan yang berperan penting bagi perekonomian nasional. Khususnya sebagai penyedia lapangan kerja serta merupakan sumber pendapatan dan devisa negara.

Demikian halnya di Kabupaten Luwu Utara, komoditi kelapa sawit telah ditetapkan sebagai salah satu potensi pengembangan ekonomi daerah. Secara keseluruhan luas areal perkebunan sawit di Luwu Utara mencapai 20 ribu hektare.

Sayangnya, harga buah sawit atau tandan buah segar (TBS) di Luwu Utara masih jauh dari harapan petani, sehingga banyak petani sawit mengalihfungsikan kebunnya ke komoditas yang dianggap bisa lebih menguntungkan.

Menjawab persoalan itu, telah dibentuk Forum Kelapa Sawit Luwu Utara di salah satu warung kopi di Masamba, Rabu (1/8/2018).

Tujuan forum ini untuk mengawal keberadaan sawit supaya berkelanjutan utamanya persoalan harga yang belum berkeadilan. Forum Sawit juga nantinya akan membantu pemerintah dalam memberikan penyuluhan bagimana membudidaya kelapa sawit dengan baik.

Baca: Marak Pencurian Buah Sawit, PT Unggul Ngaku Rugi Rp 600 Juta per Bulan

Baca: Ini Alasan Petani Kelapa Sawit Demo di Kantor DPRD Luwu Utara

Adapun Ketua Forum Sawit Luwu Utara adalah Tauhid dan sekretaris, Mahmuddin. Forum Kelapa Sawit Luwu Utara juga menunjuk mantan kadis Perkebunan Sam Sumastono sebagai pembina forum.

Tauhid membeberkan kalau potensi dan prospek ekonomi dari kelapa sawit di Luwu Utara sangat menjanjikan, sayang belum maksimal.

"Persoalan inilah yang mengharuskan kita terlibat langsung mengotrol, melihat kenapa harga sawit kita selalu rendah," kata Tauhid.

Sementara itu, Sam Sumastono, mengatakan forum sawit ini bisa berdampingan dengan Asosiasi Sawit Luwu Utara dan pemerintah dalam memperkuat kelembagaan utamanya dalam pemenuhan pupuk.

"Saya melihat petani sawit kesulitan mendapatkan pupuk. Nah dengan forum ini nantinya kita bisa menyatukan semua koptan sawit, kemudian menyisihkan sejumlah dana untuk pembelian langsung di produsen pupuk," tuturnya.

Termasuk melakukan pendataan dan penglompokkan usia tanam kelapa sawit, sebab di Luwu Utara penentuan harga belum sepenuhnya merujuk pada aturan yang ada.

"Ini juga penyebab harga TBS kita rendah, makanya nanti kita dorong tim penetapan dalam menentukan harga sesaui dengan umur tanaman," katanya.

Selain itu, Sam juga meminta pemerintah daerah mempermudah masuknya investor sawit. "Sebab dengan banyaknya pabrik CPO di daerah kita harga TBS juga akan lebih baik, karena ada persaingan diantara mereka," jelasnya.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved