Komunitas Berbagi Bahagia Nikahkan 8 Pasangan Secara Eksklusif

Founder Komunitas Berbagi Bahagia, Nurhalisah mengatakan, acara pernikahana ini baru dipersiapkan sejak dua pekan lalu

Komunitas Berbagi Bahagia Nikahkan 8 Pasangan Secara Eksklusif
Fahrizal/tribun-timur.com
Komunitas Berbagi Bahagia 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komunitas Berbagi Bahagia bersiap menikahkan delapan pasangan secara serentak 8 Agustus mendatang.

Pernikahan massal ini bukanlah pernikahan massal seperti yang biasanya digalar, namun akan dikemas secara eksklusif.
Pernikahan dilaksanakan secara gratis bagi delapan pasangan, namun panitia tetap menyiapkan acara akad dan resepsi secera berkelas, yakni di Hotel Claro Makassar.

Founder Komunitas Berbagi Bahagia, Nurhalisah mengatakan, acara pernikahana ini baru dipersiapkan sejak dua pekan lalu, namun proses menuju ke acara tersebut telah dimulai sejak Februari 2018.

Pesertanya pun diseleksi secara ketat. Mereka yang akan dinikahkan adalah orang-orang yang tergolong kurang mampu dan belum pernah menikah sebelumnya.

Para calon pengantin yang berasal dari berbagai daerah seperti Maros, Sinjai, dan Gowa telah melalui rangkaian seleksi dari panitia.

"Kami audisi calon pesertanya sejak dua pekan lalu. Ada 30-an lebih peserta yang mendaftar dan rata-rata dari kalangan tidak mampu. Tapi kami batasi hanya delapan pasangan saja untuk membuat acara lebih eksklusif," kata Nurhalisah saat berkunjung ke Tribun Timur, Selasa (31/7/2018).

"Acara ini persiapannya gak sampai sebulan. Kami audisi sejak dua pekan lalu. Kami terima berkas, audisi, umumkan lalu tandatangan kontrak, kami cetak undangan lalu disebar," tambahnya.

Nurhalisah menjelaskan, sejak Februari lalu, komunitasnya setiap bulan menggelar seminar bertema pernikahan.

Seminar yang selalu dihadiri ratusan peserta itu mengedukasi ke pasangan muda untuk menikah dengan tidak harus ribet.

"Kami empat kali bikin seminar yang dihadiri ratusan peserta, dan bulan Agustus ini pembuktiannya, artinya selama seminar bukan teoritis saja, tapi kita praktekkan. Mereka harus tahu bahwa pernikahan harus disiapkan dengan baik namun tidak perlu ribet," ungkapnya

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved