Sawah dan Kebun Rusak, Warga Tolak Tambang di Leang-leang Maros

Warga sebagai pemilih lahan di sekitar tambang, menolak penambangan yang telah merusak area persawahan dan kebun.

Sawah dan Kebun Rusak, Warga Tolak Tambang di Leang-leang Maros
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Seorang warga RT 04 RW 02 Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Bantimurung, Maros, Sahaka memperlihatkan pernyataan penolakan tambang galian C jenis sertu yang dilakukan oleh perusahaan UD Lima Putra Pratama. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TUMUR.COM, MAROS - Seorang warga RT 04 RW 02 Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Bantimurung, Maros, Sahaka, Sahaka mengaku kecewa dengan sikap Lurah yang tidak mau terlibat dalam memperjuangkan aspirasi warga sekitar tambang.

Pasalnya, sebanyak 12 warga sebagai pemilih lahan di sekitar tambang, menolak penambangan yang telah merusak area persawahan dan kebun.

Warga juga sudah seruduk kantor Lurah. Namun belum ada upaya pencabutan ijin tambang milik perusahaan UD Lima Putra Pratama.

Padahal warga sudah rugi puluhan juta akibat tambang tersebut. Sawah warga sudah jadi sungai akibat abrasi. Begitu juga dengan kebun yang ditanami sayur-sayuran.

"Sudah ada sepetak sawah saya jadi sungai akibat penambang itu. Tidak bisa ditanami pada. Kebun juga tidak mau berhenti longsor. Kami sangat rugi adanya tambang itu," katanya.

Menurutnya, tambang yang baru beroperasi selama tiga bulan terakhir tersebut, sudah membawa dampak buruk. Jika terus dibiarkan, maka semua sawah dan kebun warga, akan rusak.

Warga meminta kepada pemerintah supaya segera mencabut ijin tambang perusahaan tersebut, sebelum kerugian warga bertambah banyak.

"Sebenarnya itu perusahaan mulai beroperasi sejak 2017 lalu. Tapi awalnya tambangnya di bagian bawah. Setelah galiannya habis, tambang itu naik ke bagian atas. Itulah yang paling merusak," katanya.

Tambang tersebut juga tiba-tiba beroperasi, tanpa pemberitahuan kepada warga sekitar. Pemilik tambang langsung membawa alat beratnya dan menambang.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved