TRIBUN NONGKI

Nostalgia Tentang Kejayaan Dema Unhas, Isradi Zainal Puji Aktivis Era 90

Komite Mahasiswa Universitas Hasanuddin (KMUH) itu adalah sebuah organisasi yang melawan kebijakan yang merugikan masyarakat kala itu.

Nostalgia Tentang Kejayaan Dema Unhas, Isradi Zainal Puji Aktivis Era 90
sanovra/tribuntimur.com
Tribun Nongki bertajuk Kembalikan Kejayaan Dewan Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa Universitas Hasanuddin (SMUH) di Gedung Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulsel, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Mantan Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Senat Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Isradi Zainal, menyebut aktivis era 90 adalah orang hebat.

Hal ini dia sampaikan dalam Tribun Nongki bertajuk Kembalikan Kejayaan Dewan Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa Universitas Hasanuddin (SMUH) di Gedung Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulsel, Rabu (25/7/2018).

"Ada Untold story, zaman saya di KMUH, kami dulu sudah berpikir akan pentingnya suksesi nasional. Zaman kak Yagkin dan Ulla, mereka sangat berani," katanya.

Isradi menceritakan, saat Wakil Presiden RI Sudarmono datang ke kampus Unhas, aktivis membuat sebuah spanduk dengan tulisan," Kampus Unhas Menolak Politisasi Kampus."

Baca: Jadi Wakil Ketua Senat Mahasiswa Unhas di Era Soeharto, Begini Kenangan Nimatullah

Tribun Nongki bertajuk Kembalikan Kejayaan Dewan Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa Universitas Hasanuddin (SMUH) di Gedung Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulsel, Rabu (25/7/2018).
Tribun Nongki bertajuk Kembalikan Kejayaan Dewan Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa Universitas Hasanuddin (SMUH) di Gedung Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulsel, Rabu (25/7/2018). (sanovra/tribuntimur.com)

"Tak pernah ada gerakan seramai, saya mau liat persamaan kita. Kita lembaga yang terbaik, student government (pemerintahan mahasiswa), ini sebuah pemerintahan sekaligus keluarga saat kami mahasiswa," katanya.

Komite Mahasiswa Universitas Hasanuddin (KMUH) itu adalah sebuah organisasi yang melawan kebijakan yang merugikan masyarakat kala itu.

Sehingga, politisi Partai Keadaan Sejahtera ini mengatakan ketika Pembantu Rektor Unhas, Prof Arsuna Arsin, tak berhasil membentuk senat maka itu bukan kegagalan.

"Kalau tidak berhasil membangun smuh atau tokoh mahasiswa bukan tidak gagal tapi kurang berhasil. Para petinggi kampus harus menyebarkan sesuai yang baik dan punya manfaat yang bermacam-macam," katanya.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved