Jadi Terdakwa Kasus Penculikan Balita, Begini Status Yusfikar di BKPSDM Pemkab Barru

Soal pencopotan sebagai ASN kita tunggu dari putusan PN di Makassar karena sekarang masih berproses.

Jadi Terdakwa Kasus Penculikan Balita, Begini Status Yusfikar di BKPSDM Pemkab Barru
akbar hs/tribunbarru.com
Kepala BKPSDM Pemkab Barru, Nasruddin Yake 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU.COM, BARRU - Kasus penculikan balita berusia 1,5 tahun di Jl Pendidikan Raya Komplek IKIP, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, saat ini masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Otak penculikan, Yusfikar Majid (34) bersama tiga pelaku asal Barru lainnya yakni Andi Rezha Septian Abbas alias Risal (28), Anwar alias Abang dan Yuliasri alias Ayu (30) pun sudah berstatus terdakwa.

Diketahui, dari kasus penculikan tersebut didalangi oleh Yusfikar Majid yang merupakan ASN dengan jabatan Kasubag Risalah dan Perundangan-undangan DPRD Barru.

Terkait hal itu, Kepala BKPSDM Pemkab Barru, Nasruddin Yake, menyebut status Yusfikar masih tercatat sebagai ASN.

Hanya saja, Yusfikar sudah lepas dari jabatan sebagai Kasubag Risalah dan Perundangan-undangan DPRD Barru.

"Di awal sejak dia (Yusfikar) diketahui terlibat kasus penculikan, Pemkab langsung bebaskan dia dari jabatannya, tapi masih tetap berstatus ASN," kata Nasruddin Yake kepada TribunBarru.com, melalui via telepon, Rabu (25/7/2018).

Nasruddin menambahkan, terkait pencopotan Yusfikar sebagai ASN, pihak Pemkab Barru menunggu putusan PN atau inkra.

Baca: Tersandung Kasus Penculikan Balita, Yusfikar Masih Berstatus ASN di DPRD Barru

Baca: Ingat Penculikan Bayi Raihanun di Kompleks UNM? 4 Penculiknya Disidang, Selengkapnya!

"Kalau statusnya sudah inkra maka kita sudah bisa ambil langkah, itupun perlu kita pelajari dulu karena akan disesuaikan dengan putusan hukuman yang diterima oleh yang bersangkutan," jelasnya.

Ketentuan tersebut, kata Nasruddin, berdasarkan aturan kepegawaian daerah. "Kalau sesuai aturan kepegawaian yah itu tadi, dibebaskan dari jabatan, ditambah dengan pembayaran gaji hanya 50 persen. Adapun soal pencopotan sebagai ASN kita tunggu dari putusan PN di Makassar karena sekarang masih berproses," tuturnya.

Sebelumnya, penculikan Raihanun Mailika Umar (1,5) di Kompleks UNM Jl Pendidikan Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar,  Sulawesi Selatan (Sulsel) terjadi pada Senin (8/1/2018) lalu.

Dari empat pelaku yang dibekuk polisi, Yusfikar diduga merupakan otak dari kasus penculikan Balita tersebut.(*)

Penulis: Akbar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved