Belum Tetapkan Tersangka Kasus Menara Miring Al-Markaz, Polres Maros Didemo

Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Gempa Aksi) yang dipimpin oleh Muh Wajidi berdemo di Mapolres Maros

Belum Tetapkan Tersangka Kasus Menara Miring Al-Markaz, Polres Maros Didemo
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Gempa Aksi) yang dipimpin oleh Muh Wajidi berdemo di Mapolres Maros, jalan Ahmad Yani, Turikale, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Gempa Aksi) yang dipimpin oleh Muh Wajidi berdemo di Mapolres Maros, jalan Ahmad Yani, Turikale, Rabu (25/7/2018).

Mahasiswa berdemo karena menilai unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Maros tidak becus menangani kasus. Terbukti, Polres belum pernah menetapkan tersangka kasus menara miring Masjid Al-Markaz.

Pengusutan kasus dugaan korupsi menara miring setinggi 60 meter dimulai sejak tahun 2017 lalu, namun sampai sekarang belum ada tersangka.

Bahkan pengusutan kasus tersebut dihentikan oleh Satuan Reskrim Polres Maros, dengan alasan bangunannya akan diganti dengan besi baja.

Padahal menara miring yang telah menelan APBD Maros lebih dari Rp 1 miliar. Menara lama telah dibongkar untuk diganti bangunan baru yang terbuat dari besi baja oleh pemenang tender, CV Sinar Mulya.

"Kenapa tidak ada tersangkanya itu menara miring. Ada apa. Kok pengusutannya dimulai tahun 2017, tapi malah mandek di Polres. Padahal menara sudah habiskan APBD sekitar Rp 1 Miliar," kata Wajidi.

Mahasiswa mendesak Polres Maros supaya transparan saat mengusut menara miring dan kasus lainnya. Mendesak Polres Maros untuk segera menetapkan tesangka.

"Kami minta ke Pak Kapolres untuk mengawal ketat anggoatanya dalam mengusut kasus menara miring. Kasus tersebut harus dilanjutkan," katanya.

Sementara Kapolres Maros, AKPB Yohanes Richard mengatakan, pembangunan menara masjid Al-Markaz dilanjutkan karena pihak kontraktor telah mengembalikan kerugian.

"Kerugian negara sudah dikembalikan oleh kontraktor. Makanya dilanjutkan lagi pembangunan menara itu. Semuanya sudah sesuai dengan prosedur," katanya.

Menara yang dikerjakan secara bertahap tersebut, rubuh saat sementara dikerjakan oleh kontraktor yang dipimpin oleh seorang pengusaha ternama, H Pajero.

Lokasi berdirinya menara tetap di tempat semula. Menara baja tersebut tetap terpancang di beton yang tidak rubuh. Kondisi baja tidak sampai tertanam di tanah.

Meski diganti dengan bangunan baru, namun Polisi tidak bakal menyeret tersangka. Alasannya, pembangunan ulang berdasarkan instruksi dari Reskrim Polres Maros. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved