Antisipasi Pungli Perayaan HUT RI, Warga Bantimurung Minta Polisi Siapkan Pusat Pengaduan

Pasalnya, sejumlah selebaran yang diduga dari pemerintah kecamatan, telah tersebar di pemukiman warga.

Antisipasi Pungli Perayaan HUT RI, Warga Bantimurung Minta Polisi Siapkan Pusat Pengaduan
REPRO TRIBUN TIMUR/ANSAR
Selebaran permintaan uang sebesar Rp 5000 yang tertempel di Desa Alatengae. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Seorang warga Bantimurung, Marling, meminta kepada Polres Maros atau Pemkab, supaya menyiapkan nomor pengaduan Pungutan liar (pungli) jelang Perayaan HUT RI ke 73.

Pasalnya, sejumlah selebaran yang diduga dari pemerintah kecamatan, telah tersebar di pemukiman warga. Warga dimintai uang sebesar Rp 5000.

Sementara jumlah warga Bantimurung, sekitar 3000 jiwa. Jika semua warga menyerahkan uang, pihak Camat akan mengumpulkan sekitar Rp 15 juta.

"Kami minta kepada Polres dan Pemkab, supaya segera meluncurkan nomor pengaduan pungli. Saat ini, sudah ada permintaan dana kepada warga. Itu baru tahap awal, kemungkinan masih ada lagi," katanya, Rabu (25/7/2018).

Permintaan anggaran tersebut dinilai memaksa. Pasalnya, jika warga tidak mau, maka identitasnya akan didata oleh pihak desa.

Padahal, perayaan HUT RI merupakan tanggungjawab pemerintah. Bukan malah warga yang dibebankan.

"Hal seperti perlu diberantas. Kenapa momen perayaan HUT RI dijadikan lahan pungli. Jangan paksa warga, jika mau menyumbang jangan patok besarannya," katanya.

Camat Bantimurung, Bakri yang dikonfirmasi belum merespon. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved