Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Obral Komik Murah Viral di Makassar, Pemilik Kewalahan Ladeni Pembeli

Info penjualan komik dengan harga murah tersebut beredar di sosial media facebook, yang disebarkan langsung oleh pemiliknya bernama Hendra Kusuma.

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Mahyuddin
HANDOVER
Toko Komik di Jl Pongtiku, Nomor 28, Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pecinta komik dan novel di Makassar dihebohkan sebuah toko yang menjual komik dan novelnya dengan harga miring.

Info penjualan komik dengan harga murah tersebut beredar di sosial media facebook, yang disebarkan langsung oleh pemiliknya bernama Hendra Kusuma.

Obral komik murah itu mendapat respon cepat dari netizen yang kemudian langsung menyerbu tempat penjualan di Jl Pongtiku, Nomor 28, Makassar.

Tak disangka, serbuan pecinta komik dan novel membuat toko tersebut kewalahan hingga akhirnya terpaksa ditutup sementara di hari ketiga penjualan akibat jualan yang dibuat berantakan oleh pembeli.

Obral komik dan novel murah ini memang hanya dibuka selama dua pekan, yakni mulai 17-31 Juli 2018.

Baca: Juarai Lomba Stand Up Comedy, Tiga Komika Ini Jadi Ikon Keselamatan Lalulintas di Polman

Harga yang ditawarkan pun sangat jauh dari harga asli komik dan novel. Buku komik hanya dijual Rp1000-2000 per buah, sementara novel seharga Rp3000-5000.

Komik dan novel yang dijual pun terbilang lengkap, bahkan komik seri Candy-Candy yang populer puluhan tahun silam, hingga komik seri manga semacam Naruto dan Doraemon tersedia di obral ini.

Hal inilah yang membuat pecinta dan komik dan novel menyerbu obral ini.

Lantas bagaimana obral yang baru dibuka dua hari ini begitu viral dan diserbu kolektor komik? Sang pemilik, Mira Maya Kumala menceritakan kepada Tribun Timur, di sela aktifitasnya merapikan komik dan novel yang jumlahnya hingga ratusan ribu itu, Kamis (19/7/2018).

Mira mengatakan, obral komik ini sebenaranya tujuan awalnya bukanlah untuk memperdagangkan komik demi meraup keuntungan, melainkan hanya untuk mengurangi jumlah koleksi komiknya yang menumpuk begitu banyak di rumahnya.

Komik-komik tersebut merupakan sisa usaha penyewaan novel dan komik yang pernah ia buka di Jl Perintis Kemerdekaan sejak tahun 2009 lalu bersama suaminya.

“Awalnya kami punya penyewaan komik, namanya toko buku Snoopy di Jl Perintis Kemerdekan, di bawahnya ada toko alat kesehatan Aesculapius yang saya miliki bersama suami. Saya bersama suami kebetulan memang suka baca komik sebelum kami menikah. Kami salurkan dan buat penyewaan komik,” kata perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter ini.

Baca: Wah! Komikus Samurai X Ternyata Suka Pornografi Anak, Ini Dia Orangnya

Setelah berjalan beberapa tahun, usaha penyewaan komiknya menurun akibat perkembangan media, dan banyaknya komik secara online yang tersedia.

Di samping itu, usaha penjualan alat kesehatannya justru semakin berkembang pesat.

“Akhirnya kami putuskan tutup penyewaannya, kami packing semua komik dan novel, beberapa sempat dijual namun masih ada tersisa sekitar 2-3 ton kalau berat, yang jumlahnya tak bisa kami hitung, ada sekitar ratusan ribu lah semuanya,” ungkapnya.

Komik dan novel-novel itu kemudian diangkut ke rumahnya yang dijadikan gudang penyimpanan di Jl Pongtiku.

Namun dua tahun setelah ditutup, Mira dan suaminya kemudian berniat untuk membuka cabang toko alat kesehatan di gudang penyimpanan tersebut, seiring semakin berkembangnya usaha alat kesehatannya itu.

“Karena tempat ini akan kami pakai juga, bukunya akhirnya kami jual. Awalnya mau dijual kiloan, tapi kemudian kami atur jual murah saja, karena kami pikir tidak cari untung, tapi bagaimana ini bisa laku dan jumlahnya berkurang,” kata dia.

Ia kemudian mulai mempromosikan buku obralnya di facebook, dan beberapa selebaran kecil di sekolah, hingga akhirnya pada hari kedua penjualan, para pembeli menyerbu dan membuat komik dan novel yang awalnya tersusun rapi menjadi berantakan. Hari ketiga, obral terpaksa dihentikan sementara.

“Kami tak ada rencana mau menutup, tapi tidak memungkinkan, buku sudah berhamburan. Saya tak tahu juga kenapa bisa tiba-tiba banyak yang datang, padahal cuma dipromosikan di facebook, dan beberapa selebaran di sekolah. Tujuan kami memang anak kecil, tapi malah banyak yang datang borang itu orang dewasa,” imbuhnya.

Baca: 7 Komik Daeng Hermanto Ini Mengulas Sisi Kehidupan Bugis-Makassar Secara Jenaka, Dijamin Ngakak

Tak hanya dari Makassar, Mira mengatakan ada pembelinya yang mengaku dari luar Makassar yakni dari Bone, Bulukumba, dan Palopo.

Melihat antusias pembeli, Mira kemudian menambah stok buku jualannya yang ia ambil dari komik dan novel bekas penyewaan saudaranya di Surabaya,

“Kami tambah stok juga, kebetulan ada kakak punya penyewaan di Surabaya yang sudah tutup, barangnya juga dibawa ke sini,” kata dia.

Obral buku murah ini akan kembali buka Jumat besok, dan untuk mengantisipasi kejadian terulang, Mira mengaku akan membatasi jumlah pembeli yang masuk, dan juga ia menambah karyawan untuk membantunya di toko.

“Mulai besok kami akan batasi 20 orang supaya bisa lebih nyaman mencari, tapi waktunya juga dibatasi 30 menit, supaya buku-buku tetap rapi,” tuturnya.

Menurutnya, habis atau tidak, ia akan menghentikan obral bukunya dua pekan ke depan.

“Ini kan kami jual rugi, kalaupun ada yang tersisa akan kami sumbangkan ke taman baca atau panti asuhan yang sesuai,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved