Pilwali Makassar

Pilwali Makassar - Appi-Cicu Menggugat, Pj Gubernur Sulsel Harap Seluruh Pihak Terima Putusan MK

Appi-Cicu mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi terkait pelaksanaan Pilkada di Makassar.

Pilwali Makassar - Appi-Cicu Menggugat, Pj Gubernur Sulsel Harap Seluruh Pihak Terima Putusan MK
abdiwan/tribuntimur.com
Pejabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono mengharapkan kepada seluruh pihak untuk patuh terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi pasca gugatan pasangan calon Wali kota Makassar Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi, Rabu (18/7/2018).

"Sebagai bentuk konsekuensi negara hukum, tidak ada satu pun yang bisa menolak keputusan dari MK. Jadi kita tunggu saja, supaya kita tidak tergolong manusia yang mengintervensi karena proses sedang berjalan," ujar Soni.

Soni juga menyebutkan warga Makassar harus menyikapi keputusan MK dengan rasa persaudaraan, kekeluargaan yang cukup kental ini dengan filosofi sipakatau, sipakalebbi.

"Jadi marilah kita bangun kekeluargaan. Pilkada jangan meretakkan hubungan. Paslon satu maupun kotak kosong, saya kira itulah dinamika masyarakat," katanya.

Sebagai Gubernur, Soni menegaskan, dirinya berdiri di atas semua golongan. Menurutnya, tidak ada secara khusus harus menang si A atupun si B atau dukung si A maupun dukung B tidak ada.

Ia menambahkan jika ada perbedaan itu adalah konsekuensi dari sebuah demokrasi antara dua pilihan.

Pilkada mesti memilih, ada A dan B. Ketika milih B kata Soni, si A dianggap salah. Kalau milih B ya si A kalah. Tapi kekalahan dan kemenangan pada hakikatnya adalah kemenangan rakyat.

Sekadar diketahui, pasangan Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi ( Appi-Cicu) mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi terkait pelaksanaan Pilkada di Makassar.

Informasi yang diterima, pasangan Appi-Cicu saat pemilihan Wali kota Makassar melawan kolom kosong, disiyalir ada kekuatan besar dibalik kemenangan kolom kosong.

Diduga pihak yang terlibat memenangkan kolom kosong adalah Wali kota Makassar Danny Pomanto.

Sebelumnya Danny Pomanto adalah peserta Pilkada Makassar, namun dalam perjalanan mereka di diskulifikasi oleh KPU Makassar karena melakukan pelanggaran terstruktur yang melibatkan aparatur pemerintah.

Danny sendiri adalah petahana, ia masih aktif sebagai Walikota Makassar. (*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved