Ibadah Haji 2018

Ibadah Haji 2018 - Simulasi Tawaf Petugas Terkendala Bahasa

Sebanyak 450 JCH dari kota Makassar dan Kabupaten Wajo tiba sekitar Pukul 08.00 Wita.

Ibadah Haji 2018 - Simulasi Tawaf Petugas Terkendala Bahasa
abdiwan/tribuntimur.com
Sebanyak 455 calon jamaah dari kloter 1 Embarkasi Makassar mulai memasuki Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/7). ratusan jamaah calon ini akan diberangkatkan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia ke Makkah, Arab Saudi, Selasa (17/7/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter III Embarkasi Makassar telah berada di Asrama Haji Sudiang, Rabu (18/7/2018). Sebanyak 450 JCH dari kota Makassar dan Kabupaten Wajo tiba sekitar Pukul 08.00 Wita.

Setelah diterima secara resmi oleh pihak Asrama, berbagai kegiatan pun harus diikuti JCH sebelum penerbangan menuju Mekkah. Aktivitas wajib yang harus diikuti JCH selama berada di asrama haji diantaranya yakni pembekalan dan pembinaan.

Salah satu itemnya yakni mengikuti tata cara saat berada di pesawat, pembekalan pun dilakukan di Mock Up pesawat yang telah disediakan. Selain itu pembekalan lainnya yakni manasik Haji termasuk tawaf, Sai dan Tahallul.

Segala bentuk manasik Haji ini dipusatkan di Miniatur Kabah yang juga berada di area Asrama Haji Sudiang.

"Pembinaan jamaah menjadi hal wajib yang dilakukan, mulai dari mesjid, tata cara manasik haji pemberangkatan hingga sampai, di Mock Up pesawat kita beri gambaran tayamu dan wudhu," kata Petugas Bagian Pembinaan Asrama Haji Sudiang, Husain.

Sementara itu kegiatan lainnya seperti simulasi tawaf juga dilakukan pendampingan khusus kepada para JCH. "Tawaf dan Sai sebagai upaya kami memberikan gambaran di Mekkah, itu diharapkan melatih kesabaran bagi jamaah Haji kita terutama yang baru pertama kali naik Haji," lanjutnya.

Hanya saja Husain menuturkan bahwa masih terdapat kendala-kendala ketika mendampingi JCH saat simulasi. Kendala yang dimaksud salah satunya yakni terkait bahasa.

"Kan ini jamaah juga kebanyakan dari daerah yang bisanya bahasa Bugis atau Makassar sementara saya cuma bisanya bahasa Indonesia tapi ini bisa ditaktisi atau dibantu oleh jamaah lainnya untuk memberikan pemahaman ke jamaah yang tak paham bahasa Indonesia. Selain itu simulasi juga terkadang tak diikuti secara penuh oleh jamaah karena terkendala kesehatan," tutupnya.

Salah satu JCH asal Wajo, Ramli Jum, mengatakan bahwa segala bentuk simulasi yang diberikan sangatlah berguna bagi dirinya. "Ini adalah bagian pemantapan karena sudah kami diberikan juga waktu masih di daerah masing-masing kecuali yang simulasi di pesawat itu, alhamdulillah semuanya berjalan lancar," tuturnya.

Adapun JCH Kloter III terdiri dari 412 orang asal Wajo dan 38 berasal dari kota Makassar.(*)

Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved