Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilgub Sulsel Diwarnai Aksi Protes

Diketahui rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Sulsel digelar dua hari atau hingga Senin (9/7/2018) dinihari tadi.

Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilgub Sulsel Diwarnai Aksi Protes
abdiwan/tribuntimur.com
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, di hotel Claro jalan AP Pettarani Makassar Minggu (8/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rapat rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub Sulsel di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar diwarnai aksi protes oleh saksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel AM Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Aksi protes pertama dilakukan oleh saksi pasangan NH-Aziz pada pukul 20.00 wita, Minggu (8/7/2018). Protes dilakukan setelah KPU Sulsel menskorsing acara karena memasuki waktu istirahat, salat, dan makan pada pukul 17.30 wita.

Diketahui rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Sulsel digelar dua hari atau hingga Senin (9/7/2018) dinihari.

Saksi NH-Aziz, Ziaurrahman, protes karena menilai KPU Sulsel sama sekali tidak mengikuti anjuran KPU RI yang mengimbau agar penyelenggara rapat koordinasi bersama peserta pemilihan dan Bawaslu paling lambat tiga hari sebelum hari pemungutan suara.

"Surat edaran KPU yang mengharuskan ada rapat kordinasi bersaman Bawaslu dan peserta 3 hari sebelum pemilihan. Sampai sekarang tidak tahu (dimana rapat)," kata Ziaurrahman.

Ziaurrahman pun beberapa kali meminta anggota KPU Sulsel untuk menjelaskan alasan tidak adanya rapat koordinasi seperti dalam surat edaran. Apalagi, menurut dia, rapat itu sangat penting untuk mengetahui sejumlah hal. Salah satunya proses pendistribusian surat pemberitahuan dan jumlah pemilih tambahan atau C6.

"Kami sampai sekarang tidak tahu, berapa Suket yang keluar dan bagaimana persoalan DPT, seperti Makassar yang memiliki C6 ganda, sebelum hari H, tidak pernah disampaikan pada kami. Ada apa dengan C6 ini terlambat. Apakah terlambat percetakannya, ada yang saat malam baru disampaikan," katanya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved