VIDEO: Suasana Pelatihan Manajemen Pakan Sapi Perah di Rujab Bupati Enrekang
Masalah terbesar pengembangan sapi perah di Kabupaten Enrekang adalah pakan ternak.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Dinas Peternakan dan perikanan (Disnakin) Enrekang menggelar pelatihan management pakan sapi perah di Pendopo Rumah jabatan bupati Enrekang, Senin (9/7/2018).
Dalam kegiatan yang diikuti oleh para peternak, penyuluh serta camat dan Kades itu menghadirkan Dosen Universitas Diponegoro yang juga Staf Ahli Menteri pertnian, Prof Bambang.
Menurut Kepala Disnakin Enrekang, Junwar, kegiatan tersebut untuk memberikan motivasi dan pengetahuan terkait pengelolaan pakan sapi perah bagi para peternak.
Apalagi selama ini masalah terbesar pengembangan sapi perah di Kabupaten Enrekang adalah pakan ternak.
"Kendala kita selama ini adalah pakan sapi perah, makanya kita datangkan beliau agar peternak biaa lebih memahami pengelolaan pakan dan bisa mendiri," kata Junwar kepada TribunEnrekang.com.
Ia menjelaskan, kebanyakan saat ini peternak masih diolah sendiri pakannya, padahal harusnya pengolahannya harus teesistem secara baik sehingga lebih efektif.
Sehingga bisa meningkatkan produktivitas sapi perah dan membuat peternak lebih mandiri yang menunjang penghasilannya.
"Makanan sapi perah itu sebenarnya bisa jagung, dedak atau bungkil kelapa, jika itu bisa diolah secara maksimal maka akan tingkatkan produksinya, makanya tugas kita di oemerintah adalah fasilitasi mereka," ujarnya.
Sementara Prof Bambang, mengatakan kualitas susu perah termahal itu ada di Indonesia.
Hanya dibutuhkan pengembangan dan pengolahan yang baik khususnya pakannya agar bisa hasilkan produktivitas yang besar dan berkualitas.
"Kita bisa tingkatkan produktivitas sapi perah asalkan kita bisa mengolah pakan dengan baik," tuturnya.
Simak videonya:(*)