Islamic Tourism Expo 2018, Kesempatan Promosikan Pariwisata Sulsel

Selain diikuti exhibitor internasional, ITE juga diikutibiro perjalanan wisata dalam negeri

Islamic Tourism Expo 2018, Kesempatan Promosikan Pariwisata Sulsel
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADLY ALI
Representative Leader atau Pameran Islamic Tourism Exp (ITE), Azhar Gazali berfoto bersama di sela pembukaan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pameran Islamic Tourism Expo telah sukses diselenggarakan di tahun sebelumnya di Kota Jakarta. Hingga saat ini Islamic Tourism Expo masih menjadi ajang pameran haji, umrah dan wisata muslim terbesar di Indonesia.

Representative Leader atau Pameran Islamic Tourism Exp (ITE), Azhar Gazali di sela pembukaan menuturkan, tahun lalu pameran ini berhasil menghadirkan sekitar 40 ribu pengunjung.

"Sebagai pameran internasional, ITE juga diminati exhibitor dari berbagai Negara, khususnya Negara-negara Timur Tengah, Afrika Utara, Central Asia, hingga Asia TImur. Tahun lalu peserta pameran datang dari Negara Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Mesir, Jordania, Turki, Tunisia, Uzbekistan dan Malaysia," katanya.

Exhibitor internasional bergerak di bidang perhotelan, tour operator, transportasi, airlines, catering services hingga provider visa.

"Bagi mereka, pameran ini merupakan kesempatan untuk bertemu dan menjalin kerjasama dengan para pemilik travel agent Indonesia. Para pemilik travel agent Indonesia juga dimudahkan, karena bisa bertemu dan membandingkan produk dari bebagai ekhibitor dalam satu kesempatan," katanya.

Selain diikuti exhibitor internasional, ITE juga diikuti puluhan biro perjalanan wisata dalam negeri, khususnya yang bergerak di bidang umroh, haji dan wisata muslim.

Bagi mereka, ITE adalah kesempatan untuk mempromosikan produk mereka yang akan dipasarkan pada musim umrah dan musim libur mendatang.

Bagi konsumen, pameran ini merupakan kesempatan untuk membandingkan dan mendapatkan berbagai produk umrah dan wisata muslim dengan harga promosi atau harga terbaik. Konsumen juga merasa aman bertransaksi di pameran ini karena seluruh peserta pameran adalah biro perjalanan resmi berijin.

Tahun ini ITE sengaja digeser dari Jakarta ke Makassar, melihat tren pasar umroh dan wisata muslim yang kini mulai banyak bergeser ke daerah. Beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Medan, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin dan Makassar juga sudah memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi dan berbagai kota tujuan wisata muslim lainnya.

Posisi Makassar yang strategis membuat kota ini tumbuh menjadi kota metropolitan, yang menjadi titik penghubung dan pusat distribusi bagi propinsi dan kota-kota lain di Indonesia Timur.

"Karena itu, pameran ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan umrah dan wisata Muslim, tidak hanya untuk kota Makassar dan Sulawesi Selatan, tapi juga mendorong pertumbuhan wisata muslim di Indonesia Timur," ujarnya.

Kami berharap event ini menjadi Pendorong semakin berkembangnya industry penyelenggaraan Haji & Umrah serta wisata moslem baik inbound maupun outbond, dukungan pemerintah tentu kami butuhkan untuk terus menggerakkan kegiatan dan destinasi Halal Tourism.

"Jangka Panjangnya kita berharap event ini menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan, dimana para agent tidak perlu Jauh-jauh kejakarta melihat pameran dan bertemu dengan vendor dari timur tengah, tetapi mereka terus menjadi tuan rumah," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved