OPINI

OPINI Warga Makassar yang Bermukim di Tokyo: Dari Efisiensi Energi Menuju Smart City

Dalam rangka efisien energi listrik, Pemerintah Jepang telah melakukan latihan toilet dan hemat penggunaan air dan listrik warganya sejak usia balita,

OPINI Warga Makassar yang Bermukim di Tokyo: Dari Efisiensi Energi Menuju Smart City
Muh Zulkifli Mochtar 

Aksi ini setara dengan pembangunan 11 pembangkit listrik tenaga batubara skala besar dengan nilai penghematan US$2 miliar per tahun.

Karena kita masih tergolong kategori bangsa boros energi, dibutuhkan tindakan efisiensi yang lebih konkret.

Kementerian ESDM sudah menargetkan akan menekan konsumsi energi pada 2025 sebesar 33,85 persen dengan berbagai regulasi dan kebijakan, termasuk di dalamnya pengaturan sistem tata udara, tata cahaya bangunan dan penggunaan listrik.

Agar regulasi ini berhasil, kita butuh stimulasi kebijakan, juga spiritisasi dan kesadaran prilaku untuk berhemat.

Sebagai stimulus kebijakan, kita bisa mencontoh kota di Jerman misalnya, yang memberikan subsidi dana atau pengurangan pajak jumlah tertentu untuk bangunan baru yang memasang peralatan hemat energi.

Untuk membangun spirit, kita bisa meniru pengontrolan ketat suhu AC di kota di Perancis saat musim panas misalnya.

Ataupun cara berhemat ala Jepang yang merekomendasikan pegawainya berpakaian kasual saat kerja agar tidak kegerahan dan menghemat penggunaan AC.

Untuk pembangunan prilaku efisiensi, dalam skala sederhana kita pun bisa meniru cara Jepang misalnya.

Pemerintah Jepang ini telah melakukan latihan toilet dan hemat penggunaan air listrik warganya sejak usia balita, melatih cinta transportasi umum sejak usia kanak-kanak, dan membudayakan anak-anak sekolah mereka untuk banyak berjalan kaki. (*)

Catatan: Tulisan di atas telah dimuat di halaman Opini Tribun Timur edisi cetak, Rabu 4 Juli 2108

Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved