Breaking News:

Wisata Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nazaret Sapak Bayobayo di Tana Toraja Diresmikan

Turut hadir seluruh pastor dan suster, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tana Toraja.

HANDOVER
Objek wisata rohani atau Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nazaret Sapak Bayobayo Toraja (PZKKN-SBT) telah diresmikan dan diberkati di Sapak Bayo-Bayo, di Lembang (Desa) Lampio Salu Allo, Kecamatan Sangalla Utara, Tana Toraja, Sulsel, Selasa (3/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, SANGALLA UTARA - Objek wisata rohani atau pusat ziarah Keluarga Kudus Nazaret Sapak Bayobayo Toraja (PZKKN-SBT) telah diresmikan dan diberkati di Sapak Bayo-Bayo, di Lembang (Desa) Lampio Salu Allo, Kecamatan Sangalla Utara, Tana Toraja, Sulsel, Selasa (3/7/2018).

Pada persemian dan pemberkatan, dihadiri ratusan umat katolik Toraja di Kabupaten Tana Toraja maupun dari luar daerah seperti Kalimantan, Manado, Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Papua.

Turut hadir seluruh pastor dan suster, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tana Toraja.

Ketua panitia Stefanus Maluangan mengatakan, terselenggaranya peresmian pusat ziarah keluarga kudus nazaret sapak bayobayo atas kerjasama seluruh umat paroki di Kecamatan Sangalla.

Baca: VIDEO: Polisi Berdaster Ramaikan Futsal HUT Bhayangkara di Polres Tana Toraja

"Hari ini dipenuhi kebahagiaan dan suka cita menyaksikan sekaligus berdoa bersama dalam peresmian pusat ziarah, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak atas kerjasamanya," tutur Stefanus.

Uskup Agung Makassar, Mgr Dr Jhon Liku Ada dalam sambutannya mengatakan, asal mula dibangun wisata religi puzat ziarah keluarga nazaret sapak bayobayo adalah usul dari kepala lembang yang tak lain adalah keluarganya dan di diskusikan bersama umat Katolik.

"Keluarga nazaret berjasa dalam perjalanan beribadah kepada Yesus, mari kita menjadikan tempat wisata dan ziarah ini dengan membawa pesan kepada dunia," tutur Jhon Liku Ada.

Keyakinan berlandaskan pada pengalaman pribadi dengan mengambil bagian dalam ziarah rohani, yang sekurang kurangnya kita disadarkan bahwa hidup ini adalah sebuah peziarah menuju satu tujuan dan tidak terlepas dari pengalamam keluarganya menemukan imam kepada kristus.

"Saya uskup agung makassar mengucapkan terimakasih paling dalam kepada Tuhan, dan kepada semua umat yang menjadi alat untuk menghasilkan sapak bayobayo ini," kata John.

Baca: 150 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh ke Toraja Utara, Ini Tujuannya

Halaman
12
Penulis: Risnawati M
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved