Ini Harapan Ellong Tjandra kepada Pengurus KONI Pinrang 2018-2022

Jika porda gagal, maka bukan hanya KONI Pinrang yang gagal tetapi berdampak pula ke KONI Sulsel.

Ini Harapan Ellong Tjandra kepada Pengurus KONI Pinrang 2018-2022
handover
Ketua KONI Sulawesi Selatan (Sulsel), Ellong Tjandra saat melantik pengurus baru KONI Pinrang periode 2018-2022 beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Mulyawan

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua KONI Sulawesi Selatan (Sulsel), Ellong Tjandra mengharapkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Pinrang tahun 2018 yang rencananya digelar September mendatang, berjalan lancar dan sukses di tangan pengurus baru KONI Pinrang periode 2018-2022.

"Koni Sulsel menyokong penuh kepengurusan ini termasuk program-programnya dalam pembinaan atlet dan kesuksesan melaksanakan porda dua bulan ke depan," katanya.

Ellong yang juga sebelumnya merupakan ketua FORKI Sulsel mengaku, jika porda gagal maka bukan hanya KONI Pinrang yang gagal tetapi berdampak pula ke KONI Sulsel.

"Kegagalan Sehingga kita harap di tangan pengurus baru bisa sukses kan kegiatan ini," ujarnya seperti dikutip dari rilis yang dikirim oleh tim Media KONI Sulsel ke tribun-timur.com, Senin (2/7/2018).

Baca: Ketua KONI Takalar Target 7 Medali Emas Porda

Baca: KONI Pinrang Kini Dipimpin Yohannes Sampebua

Sementara itu Bupati Pinrang, Aslam Patonangi mengatakan pihaknya berharap tidak ada lagi sekat-sekat antara sesama pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga karena persoalan suksesi pemilihan ketua KONI.

"Masa itu sudah lewat, saatnya KONI bersama stakeholder olahraga dan masyarakat Pinrang bersatu padu dalam pembinaan dan kemajuan olahraga di daerahnya, lupakan masa lalu, mari bersama majukan olahraga karena seluruh elemen memeiliki peran penting untuk itu walau sekecil apapun," tuturnya.

Ia juga berharap, program KONI bukan hanya target mencipatakan atlet yang berprestasi, tapi pembinaan usia dini yang dimaksimalkan setelah segala fasilitas olahraga sudah disiapkan pemerintah, tapi KONI harus tidak lagi menyewa atlet hanya untuk sekedar bertanding dan meraih piala.

"Apa gunanya piala jika tak memiliki atlet, tapi yang diperlukan adalah atlet berkualitas dan berprestasi tentu dengan pialanya," ujarnya.(*)

Penulis: Ilham Mulyawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved