Dua Kali Ditolak Jaksa, Polda Sulsel Belum Mampu Buktikan Bos Abu Tours Bersalah

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel yang menangani perkara masih terkendala pada berkas perkara tersangka.

Dua Kali Ditolak Jaksa, Polda Sulsel Belum Mampu Buktikan Bos Abu Tours Bersalah
sanovra/tribuntimur.com
Owner Abu Tours, Hamzah Mamba, konfrensi pers di Rumah Makan (RM) Jowo Jl Kasuari, Kota Makassar. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sudah hampir tiga bulan CEO travel Abu Tours, Hamzah Mamba (35), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang calon jemaah umrah, tetapi belum diadili.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel yang menangani perkara masih terkendala pada berkas perkara tersangka.

Setiap kali berkasnya diserahkan oleh penyidik, Kejaksaan Tinggi Sulselbar selalu menolak berkas itu dengan alasan masih ada kekurangan yang harus dilengkapi.

"Sudah dua kali dikembalikan, penyidik saat ini masih berupaya melengkapi berkas sesuai dengan petunjuk Kejaksaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondany kepada Tribun, Minggu (01/07/2018).

Baca: Pengadilan Perpanjang PKPU Abutours Selama 60 Hari

Dicky mengatakan demi kepentingan proses penyidikan tersebut, maka, pihaknya kembali memperpanjang masa penahanan bos biro perjalanan umrah itu.

"Sudah tiga kali kita perpanjang masa penahanya semenjak ia ditahan," ujar Dicky.

Penyidik Polda Sulsel menahan bos Abutours di Markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, sejak dirinya ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Maret 2018 tiga bulan lalu.

Hamzah Mamba jadi tersangka karena dianggap menipu para calon jemaah yang berjumlah sekitar 86.720 orang dari 15 provinsi di Indonesia, dengan nilai kerugian Rp 1,8 triliun.

Baca: Tagihan Kreditur Abu Tours Capai Rp 1,5 Triliun

Perbuatan Hamzah, kata Dicky Sondani, melanggar pasal 45 ayat (1) junto pasal 64 ayat (2) UU Penyelenggaraan Haji Subsider Pasal 372 dan 378 junto pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 3, 3, 5 UU Tindak Pencucian Uang.

Selain Hamzah Mamba, kasus jamaah umrah ini juga menyeret nama mantan Manager Keuangan Abu Tours berinisial MKS (40).

Polda Sulawesi Selatan menetapkan MKS satu bulan setelah penetapan Hamzah Mamba, tepatnya,Jumat (20/4/2018).(San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved