VIDEO ON DEMAND
VIDEO: Meriam Pasukan Arhanud 16/SBC Tembaki Pesawat Tanpa Awak di Jeneponto
"Kita dengar info katanya mau ada latihan tembak meriam, makanya kesiniki lihat-lihat," kata seorang warga yang dihampiri, Rahmat.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Ratusan warga berkumpul di tepi Pantai Tamarunang, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat (29/06/2018) pagi.
Kehadiran warga untuk menyaksikan Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrad) yang digelar Batalyon Arhanud 16/SBC.
"Kita dengar info katanya mau ada latihan tembak meriam, makanya kesiniki lihat-lihat," kata seorang warga yang dihampiri, Rahmat.
Komandan Latihan (Danlat) dalam latihan senjata alat berat itu dipimpin Letkol Arh Agung Rahman Wahyudi.
"Ini merupakan daerah latihan pertama kali latihan di Jeneponto karena lokasi ini memenuhi standar untuk melakukan latihan senjata alat berat ini. Jadi harus save dari ruang udara termasuk dibawahnya dan yang ideal adalah wilayah pantai Jeneponto ini salah satunya," kata Letkol Arh Agung Rahman Wahyudi ditemui di sela latihan.
Untuk menjaga keamanan lokasi dari jangkauan warga, piahkanya mengaku telah berkoordinasi dengan otpritas setempat.
"Kita telah berkoordinasi dengan pohak komandan Kodim (Letkol Arh Sugiri), Kapolres setempat (AKBPH Hery Susanto) pihak teritorial setempat (pemerintah daerah), warga semua, Dinas Perhubungan Kelutan dan lain-lain sudah clear termasuk keselamatan ruang udara," ujarnya.
Latihan itu menggunakan tiga unit meriam jenis 57 mm S60 T.AKT dengan amunisi kaliber 57 mm HE berjumlah 288 butir. Sasaran tembak dari meriam itu, menggunakan pesawat drone tampa awak.
Sekitar area lokasi latihan telah dipasangi garis polisi agar warga yang menyaksikan latihan itu tidak mendekat ke titik latiha.
Dandim 1425 Jeneponto Letkol Arh Sugiri, Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto dan pihak pemerintah kelurahan Pabiringa ikut menyaksikan latihan itu.
Berikut video suasananya.