Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2018

Soni Sumarsono Larang Polisi Berjaga di Area Steril TPS, Ini Alasannya

Personel baru bisa masuk ke area steril saat ada masalah atau kericuhan dan dipanggil oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Penulis: Ansar | Editor: Mahyuddin
Ansar/tribunmaros.com
Soni Sumarsono saat memantau TPS 07 yang menjadi tempat pencoblosan Bupati Maros, Hatta Rahman, di Maccopa, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Plt Gubernur Sulsel Soni Sumarsono mengimbau kepada personel Polres Maros yang melakukan penjagaan selama proses pencoblosan supaya tidak mendekat ke area steril atau TPS, Selasa (26/6/2018).

Personel baru bisa masuk ke area steril saat ada masalah atau kericuhan dan dipanggil oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Selama masih aman, personel harus berada di tempat yang telah ditentukan. Polisi harus menjaga netralitas sebagai aparat negara.

Hal tersebut dikatakan Soni Sumarsono saat memantau TPS 07 yang menjadi tempat pencoblosan Bupati Maros, Hatta Rahman, di Maccopa, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale.

Baca: 41 Kotak dan 80 Bilik Suara Sudah Tersebar ke PPS Moncongloe Maros

"Polisi tidak bisa merapat selama poncoblosan ke TPS. Tapi kalau ada masalah dan dipanggil oleh PPS, polisi harus standby dan bisa masuk ke area steril," katanya.

Polisi baru dibolehkan mendekat ke TPS, saat proses penghitungan suara berlangsung.

Hal tersebut harus dilakukan untuk menghindari indikasi kecurangan.

Dia meminta kepada semua pihak supaya tidak tegang selama pencoblosan.

Petugas maupun warga diminta tenang dan santai, untuk berpesta demokrasi.

"Jangan ada yang tegang yah. Ini pesta demokrasi. Kita harus bergembira. Santai saja," kata Sumarsono.*&(

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved