Tutup Jalan Trans Sulawesi, Ribuan Warga Majene Berdoa Pikiran Gubernur Diluruskan

Doa bersama dipimpin langsung oleh Ustas Awaluddin. Usai melakukan doa bersama Bupati dan Wakil Bupati Majene

Tutup Jalan Trans Sulawesi, Ribuan Warga Majene Berdoa Pikiran Gubernur Diluruskan
nurhadi/tribunsulbar.com
Ribuan warga Kabupaten Majene, menutup jalan trans Sulawesi tepat di Tugu Juang Pusat Pertokoan, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Jumat (22/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAJENE - Ribuan warga Kabupaten Majene, menutup jalan trans Sulawesi tepat di Tugu Juang Pusat Pertokoan, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Jumat (22/6/2018).

Mereka melakukan doa bersama agar perjuangan menuntut keadilan terhadap rencana pembagian Blok Sebuku yang direncanakan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, dapat dilakukan seadil-adilnya.

Pantauan TribunSulbar.com, pengunjuk rasa memohon doa agar hati dan pikiran orang nomor satu di Sulbar, diluruskan oleh Allah SWT agar kebijakan yang diambil terkait pembagian PI Blok Sebuku tidak merugikan masyarakat Majene.

Doa bersama itu dilakukan usai Bupati Majene H. Fahmi Massiara dan Wakil Bupati Majene, H. Lukman serta mantan Bupati Majene H. Kalma Katta dan Ketua DPRD Majene, Darmansyah menyampaikan orasi mengenai tuntutan aksi.

Doa bersama dipimpin langsung oleh Ustas Awaluddin. Usai melakukan doa bersama Bupati dan Wakil Bupati Majene diantara menggunakan kendaraan roda dua menuju rumah jabatannya.

Sebemumnya Ali Baal Masdar mewacanakan pembagian dana Participation Interest (PI) Migas Blok Sebuku sebanyak 5 persen, akan dibagi kepada Pemprov tiga persen dan dua persen akan dibagi kepada enam kabupaten yang ada di Sulbar.

Sementara yang tertuang dalam notulensi kesepakan di istina Wapres yang dihadiri Kementerian ESDM, Kemendagri, SKK Migas, Gubernur Sulbar dan Kalsel serta Bupati Majene dan Bupati Kotabaru menyebutkan, PI sebesar 10 persen dari perusahaan pengelolah, akan dibagi masing-masing 5 persen kepada Sulbar dan Kalsel, demikian halnya Majene dan Kotabaru sebagai daerah penghasil.

Unjuk rasa ini merupakan yang kedua kalinya digelar warga Kabupaten Majene, demi mempertahankan hak-haknya sebagai daerah penghasil Migas Blok Sebuku (Pulau Lerek-lerekang) yakni 50:50 persen antara Majene dan Pemprov Sulbar sesuai dengan notulensi kesepakatan yang lahir di Istana Wapres.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved