Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kadar RON 90 Mempengaruhi Mesin Kendaraan

Di tengah langkanya BBM jenis RON 88, masyarakat kini banyak beralih ke jenis RON 90.

Editor: Suryana Anas
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tengah langkanya BBM jenis RON 88, masyarakat kini banyak beralih ke jenis RON 90.

Di beberapa daerah di Indonesia pun stok BBM dengan RON 88 sudah berkurang. Misalnya di wilayah Jabodetabek yang tak jarang membuat banyak pengendara beralih menggunakan RON 90 yang dijual dengan harga Rp 7.800/liter.

Memilih bahan bakar yang sesuai dengan mesin sangatlah penting. Hal ini akan memberikan dampak pada usia kendaraan.

Retail Fuel Manager Pertamina MOR VII, Ketut Permadi menjelaskan bahwa bahan bakar yang diproduksi Pertamina merupakan bahan bakar yang tepat untuk motor di Indonesia.

"Sebenarnya Pertamina itu memang sudah membuat bahan bakar yang sesuai dengan spek motor di Indonesia," katanya.

Dan karena kebutuhan beragam bbm untuk menyesuaikan dengan jenis mesin yang diproduksi di Indonesia sehingga Pertamina pun membikin berbagai macam jenis bahan bakar yang disesuaikan dengan nilai oktan dan kompresi mesin.

Nah jenis bbm sesuai dengan jumlah nilah oktannya yakni Premium dengan RON 88, Pertalite dengan RON 90, dan Pertamax dengan RON 92.

Di situlah letak perbedaan paling mendasar dari jenis bahan bakar tersebut, yakni terletak pada kadar RON.

Ron di bawah 90 akan membuat ruang bakar menjadi lebih kotor. Hal ini disebabkan karena bahan bakar tidak terbakar secara sempurna.

Techno Service Supervisior Astra Motor Irwan Pahe menuturkan setiap bbm dibuat khusus untuk mesin kendaraan yang diproduksi.

"Sebab, setiap bahan bakar memang dibuat untuk spek mesin tertentu agar proses pembakaran sempurna dan tenaga yang dihasilkan mesin semakin besar," katanya.

Selain itu tiap bensin punya material yang berbeda. Karena berbeda, residu yang dihasilkan juga berbeda.

Jika dilihat dari nilai oktan, dari beberapa jenis bbm, RON 90 memiliki kualitas yang hampir sama dengan RON 92.

Dan jika kita cermati lebih jauh lagi, saat ini sudah banyak motor injeksi yang beredar. Dan jenis motor injeksi disarankan untuk memakai bensin tanpa timbal.

Keseringan gonta-ganti bbm akan menjadikan peforma mesin jadi kurang baik dan kinerja mesin berkurang dan konsumsi BBM pun jadi jauh lebih boros.

Ini disebabkan karena tiap BBM mempunyai komposisi kiwiawi yang berbeda. Akibatnya jika terlalu sering berganti BBM akan dikhawatirkan menimbulkan sisa material atau kerek pada ruang bakar.

Untuk itu memakai BBM yang sesuai spesifikasi mesin sangat dianjurkan.

RON 88 cocok untuk motor berkompresi 7-9:1, RON 90 untuk kompresi 9-10:1, RON 92 untuk 10-11:1, dan RON 98 untuk 11-12:1. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved