Pilwali Makassar 2018

Founder Rektor Institute: Appi-Cicu Bisa Bawa Makassar Jadi Barometer Industri Kreatif

Sejauh ini industri kreatif Makassar dengan melimpahnya talenta tak berjalan seiring dengan ruang dan dukungan dari pemerintah sendiri.

Penulis: Alfian | Editor: Mahyuddin
Founder Rektor Institute: Appi-Cicu Bisa Bawa Makassar Jadi Barometer Industri Kreatif
HANDOVER
Pelaku industri Kreatif, Ismail Bachtiar, yang juga seorang Composer Musik

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ekonomi kreatif saat ini banyak digeluti kalangan millenial.

Perkembangan teknologi, merangsang anak muda untuk terus berkreasi.

Tak sekedar jadi hobi semata, kini kreatifitas semisal di bidang perfilman, musik, riset dan teknologi hingga Start-up menjadi lahan industri baru.

Pelaku utamanya adalah anak muda yang memiliki daya kreatiftas tak terbatas dan melek teknologi maupun informasi.

Makassar sebagai kota terbesar di luar Pulau Jawa dinilai memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjadi salah satu kota yang bakal berkembang Industri kreatifnya.

Hanya saja, sejauh ini industri kreatif Makassar dengan melimpahnya talenta tak berjalan seiring dengan ruang dan dukungan dari pemerintah sendiri.

Baca: Appi-Cicu Lawan Kolom Kosong, KPU RI Perhatikan Khusus Pilwali Makassar

Seorang pelaku industri Kreatif, Ismail Bachtiar, yang juga seorang Composer Musik misalnya menilai bahwa industri musik Makassar bisa jauh lebih berkembang dan bersaing dengan musisi kota lain.

Jika lima pilar yang menyusun industri musik itu berjalan beriringan.

Adapun lima pilar yang dimaksud yakni musisi, komunitas, ruang, Coorporasi dan pemerintah.

"Saat ini kita sudah memiliki talenta musisi yang tidak bisa dianggap remeh sebab sudah menunjukan kualitasnya, komunitas musik di Makassar juga semakin banyak, soal ruang bermusik ketersedian tempat sudah ada meski belum terlalu maksimal," kata Juang melalui rilis tim Appi-Cicu, Selasa (19/6/2018).

"Dukungan Coorporasi saya sendiri dan teman-teman sudah rasakan ada perusahaan lokal yang telah terjun memberikan support tapi yang masalah itu pemerintah tidak ambil bagian dalam perkembangan ini jadi saya pribadi menilai sulit," tuturnya menambahkan.

Hal ini kemudian direspon secara khusus melalui program unggulan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Cicu menjabarkan, semestinya Pemerintah lebih peka menghadapi perubahan jaman dengan merespon keinginan anak muda terutama di sektor Industri Kreatif.

"Pemerintah harusnya menginterpensi perubahan tersebut dan mengambil bagian, sebab kota Makassar ini adalah satu kota yang tak habis-habisnya melahirkan talenta. Kalau pemerintah tidak hadir maka hal itu akan sangat keliru," terang Cicu.

Bersama Appi, ia pun komitmen akan merangkul para pelaku ekonomi kreatif diantaranya melalui program pengembang 100 wirausaha muda dalam cakupan program "Pemuda Kita Hebat".

Baca: Miss TSM 2013 Ini Kagumi Program Appi-Cicu, Begini Alasannya

Langkah yang diambil Appi-Cicu pun menuai respon positif dari kalangan anak muda, seperti diantaranya yakni Founder Rektor Institue, Ismail Bachtiar.

Apalagi menurutnya, Appi-Cicu merupakan Pemimpin dari kalangan anak muda yang pastinya paham akan kebutuhan golongannya untuk Kota Makassar kedepan

"Unsur wali kota dan wakil wali kota Pak Appi dan Bu Cicu sebagai bagian dari kalangan anak muda sangat tepat menjadikan program ekonomi keratif sebagai program unggulan Kota Makassar," ucap Ismail.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved