Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 1439 H

180 Peserta Ikuti Lomba MTQ Bontoa Maros

Dibuka oleh Kepala Kantor Urusan Agama Bontoa, Abdul Rahim, dan akan berakhir pada 7 atau 8 Juni mendatang mendatang.

Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Kepala Kantor Urusan Agama Bontoa, Abdul Rahim didampingi legislator DPRD Sulsel, Irfan AB, Kapolsek Lau, AKP Nano, Camat Bontoa, Abdullah dan tokoh lainnya, memukul gong sebagai tanda dimulainya lomba MTQ di pelataran kantor Desa Ampekale. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak 180 warga dari delapan desa dan satu kelurahan, memperlihatkan kemampuan baca Alqurannya pada lomba MTQ tingkat Kecamatan Bontoa, Maros, Senin (4/6/2018).

MTQ yang digelar di pelataran kantor Desa Ampekale tersebut, dibuka oleh Kepala Kantor Urusan Agama Bontoa, Abdul Rahim, Minggu 3 Juni usai salat tarawih, dan akan berakhir pada 7 atau 8 Juni mendatang.

Ketua Panitia MTQ, Hamzah mengatakan, pada lomba tersebut, penyelenggara menyediakan hadiah uang tunai sekitar Rp 35 juta dan puluhan piala untuk peserta.

Sumber anggaran tersebut dari sumbangan Camat Bontoa, Abdullah sebesar Rp 10 juta, Rp 18 juta dari Kades dan Lurah, dan KUA Rp 1 juta, serta uang hasil edaran proposal kegiatan.

"MTQ menjadi yang melibatkan delapan desa dan satu kelurahan ini, merupakan agenda tahunan Kecamatan Bontoa. Kegiatan ini dikerjasamakan dengan Forum Pemuda Bontoa dan Kepala Desa dan Lurah," kata Hamsah.

Setiap tahun, Desa digilir untuk menjadi tuan rumah. Namun paling meriah saat Ampekale jadi tuan rumah. Sejumlah warga sesaki area kantor desa, untuk menyaksikan pembukaan.

MTQ tersebut digelar dengan melibatkan anak-anak sampai dewasa, supaya warga menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, dan meningkatkan pemahaman peserta.

"MTQ ini juga senagai ajang, untuk mengukur kemampuan prestasi warga, khususnya baca Alquran. Ini juga sebagai ajang silaturahmi antar pemerintah dan warga, maupun warga dan warga," katanya.

Adapun jenis perlombaan yakni, tilawah anak putra dan putri yang berusia maksimal 12 tahun, remaja maksimal 20 tahun, dan dewasa 41 tahun.

Lomba Tartil putra dan putri usia 12 tahun. Hafis Quran putra dan putri mulai satu juz, lima, 10 dan 20 juz. Lomba barazanji putra usia maksimal 18 tahun.

Peraga busana Muslim pesertanya anak maksimal usia 13 tahun. Adzan putra usia naksimal 15 tahun, Qasidah antar Desa, dan Dai cilik usia maksimal 13 tahun.

"Masing-masing juara pada kategori perlombaan akan dipilih menjadi perwakilan Kecamatan Bontoa, untuk berlomba tingkat Kabupaten," katanya.

Untuk mendapatkan juara, lomba MTQ tersebut dilakukan dengan sistem gugur. Lomba tersebut memiliki piala bergilir.

Pada pembukaan, Desa Pajjukukang menyerahkan piala bergilir ke Camat Bontoa, Abdullah, lalu diserahkan ke Ketua Panitia, Hamsah.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Legislator Sulsel Irfan AB, Kapolsek Lau, AKP Nano, Camat Bontoa, Abdullah dan sejumlah warga lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved