Ramadan 1439 H
Ini Makam Keluarga Almarhum Pendiri Grup Musik Religi 'Debu' di Pangkep
Almarhum pendiri grup musik religi Debu, Syekh Fattah pernah mengajar dan menetap di Pesantren UMI Padanglampe
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Munjiyah Dirga Ghazali
TRIBUNPANGKEP.COM, MARANG-- Makam keluarga almarhum pendiri grup musik religi Debu, Syekh Fattah masih terjaga sampai sekarang di Pesantren Darul Mukhlisin, Padanglampe Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Pantauan TribunPangkep.com makam tersebut terletak tepat dekat kebun Pesantren UMI dan di sebelah rumah-rumah dosen di dalam kompleks.
Makam itu masih terawat dan masih terlihat bersih dengan tempelan perak.
Di makam itu ada juga tulisan arab Innalillahi wainna ilaihi rojiun lengkap dengan artinya sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali.
Makam itu adalah makam anak besan Syekh Fattah yang bernama Rukayah.
Nama anak besannya, Jawwat dan dia meninggal di Sungai Tombolo beberapa tahun silam di bulan ramadan 3 hari sebelum lebaran.
"Sejak saat itu beliau Syekh kembali lagi ke Jakarta dia titipkan makam itu ke kami untuk dirawat. Jadi kami jalankan amanahnya," kata Staf Kantor Bagian Akademik Pesantren UMI Padanglampe Pangkep, Syamsuddin kepada TribunPangkep.com, Selasa (29/5/2018).
Sebelumnya diberitakan, almarhum telah mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (26/5/2018) dan disemayamkan di rumah duka kawasan Depok Jawa Barat.
Almarhum Syekh Fattah dimakamkan di daerah Sukajaya Ciguded Kabupaten Bogor.
Almarhum pendiri grup musik religi Debu, Syekh Fattah pernah mengajar dan menetap setahun di Pesantren UMI Padanglampe, Kabupaten Pangkep sejak tahun 2000 hingga 2001.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makam-keluarga-almarhum-pendiri-grup-musik-religi-debu-syekh-fattah_20180529_135019.jpg)