Pilwali Parepare
Menuju 27 Juni, TP-PR Tiga Kali Dijegal, Semuanya Gagal
Laporan ini sempat memberi harapan, karena rekomendasi Panwaslu ke KPU Parepare diduga memenuhi unsur pelanggaran Pilkada.
Penulis: Mulyadi | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE- Ibarat sebuah pertandingan untuk menuju partai puncak harus melewati berbagai hadangan dan rintangan.
Seperti itu yang dilakoni oleh pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Parepare nomor urut satu, Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP-PR).
Menuju puncak Pilkada yakni hari pemilihan 27 Juni 2018, beberapa kali Paslon TP berupaya dijegal oleh lawannya. Paling tidak ada tiga kali, tim Paslon Faisal A Sapada-Asriady Samad (FAS) berupaya menggagalkan pencalonan TP.
Pertama laporan ke Panwaslu Parepare oleh warga bernama Zaenal Azis Mandeng yang notabene adalah Tim FAS. Dia melaporkan dugaan politik uang (money politics) yang sebenarnya hajatan PDIP di posko pemenangan TP.
Namun laporan itu mentah di Panwaslu, karena tidak terbukti. Kasus sama kemudian dilaporkan langsung Faisal A Sapada ke Bawaslu Sulsel. Namun laporan kedua itu lagi-lagi gagal, karena tidak terbukti di Bawaslu.
Laporan ketiga oleh Abdul Rasak Arsyad yang lagi-lagi Tim FAS ke Panwaslu terkait dugaan pelanggaran mutasi dan program beras sejahtera (Rastra) oleh petahana Taufan Pawe.
Laporan ini sempat memberi harapan, karena rekomendasi Panwaslu ke KPU Parepare diduga memenuhi unsur pelanggaran Pilkada.
KPU pun menindaklanjuti dengan mengeluarkan keputusan mendiskualifikasi Paslon TP. TP menggugat keputusan itu di MA.
Akhirnya dengan pemeriksaan yang komprehensif, MA malah mengabulkan gugatan TP, dan menilai TP tidak melanggar program Rastra yang dituduhkan.
Kini, setelah melewati hadangan ketiga itu, TP meminta semua simpatisan dan pendukung merapatkan barisan. Ketua DPD II Partai Golkar Parepare ini meminta tim pejuangnya untuk "bertempur" sampai titik terakhir 27 Juni 2018.
"Mariki sama-sama berjuang dan rapatkan barisan untuk kemenangan kita di 27 Juni mendatang," pinta Taufan Pawe (TP), Rabu (23/5/2018).
Parpol pengusung dan pendukung pun merespons positif. Ketua DPC Partai Demokrat Parepare Rahmat Sjamsu Alam mengatakan, perjuangan tidak hanya sampai pada kemenangan di MA, tapi sampai pada 27 Juni 2018.
"Perjuangan sesungguhnya itu ada pada 27 Juni. Ini hanya bagian dari sebuah proses untuk kemenangan pada 27 Juni. Jadi mari kita rapatkan barisan untuk menghadapi itu, agar kemenangan bisa kita raih," tegas Wakil Ketua DPRD Parepare ini.(*)