OPINI

OPINI Dr Naidah Naing: Perempuan dan Bom Bunuh Diri

Serangan bom bunuh diri yang melibatkan perempuan sebagai pelaku aktif merupakan fenomena baru di di Indonesia.

OPINI Dr Naidah Naing: Perempuan dan Bom Bunuh Diri
Dr Naidah Naing ST MSi IAI 

Puji menempati rumah mewah bernilai di atas Rp 1 M di dalam sebuah kawasan permukiman yang mewah pula.

Selain itu Puji dan suami mengelola sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan minyak, sehingga mampu membeli rumah mewah dan kendaraan mewah.

Hal ini menunjukkan bahwa teori kemiskinan yang sangat dekat pada gerakan radikalisme tidak berlaku bagi keluarga Puji, meskipun juga ketimpangan ekonomi sering dijadikan pembenaran oleh kelompok-kelompok radikal.

Namun diduga bahwa Puji adalah korban dari indoktrinasi laki-laki sebagai perpanjangan prinsip imamah dan qimawah.

Yang terpenting, pemahaman soal keagamaan yang keliru membuat sebagian perempuan terlibat aksi terorisme.

Berkaca dari tragedi bom bunuh diri Surabaya, untuk mencegah agar kaum perempuan tidak mudah terpapar paham radikal dan terlibat dalam bom bunuh diri, pemerintah harus bersikap tegas tidak membiarkan paham ideologi garis keras berkembang di Indonesia.

Selain itu, pentingnya pelibatan dan partisipasi perempuan dalam kebijakan antiteror dan mendesak adanya penguatan perempuan sebagai agensi yang mandiri dan berdaya sebagai salah satu upaya penanggulangan keterlibatan dalam teror.

Secara umum juga pentingnya mengaktifkan fungsi intelegen di Masyarakat, karena intelgen yang sesungguhnya adalah masyarakat itu sendiri.

Yang tak kalah pentingnya, pemerintah juga harus bisa menyelesaikan masalah-masalah keadilan sosial yang terjadi di masyarakat kita yang sejatinya tidak membuat kalangan perempuan merasa terpinggirkan sehingga tergerak untuk melawan kezaliman di lingkungannya.

Karena tingkat pendidikan dan ekonomi yang baik tidak menjamin perempuan dapat mengambil keputusan berdasarkan kehendak mandiri.

Tradisi agama perlu mengarustamakan kesetaraan gender dengan perspektif yang progresif dan berpihak pada penghargaan pada kehidupan.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Allah selalu melindungi kita semua. (*)

Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved