Januari-April 2018, Klaim Jasa Raharja Naik 72 Persen

Aplikasi Jasa Raharja Online dikembangkan dengan platform yang lebih variatif sehingga pemanfaatannya bisa lebih luas.

Januari-April 2018, Klaim Jasa Raharja Naik 72 Persen
Times Indonesia
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggunggan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Undang-Undang No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalulintas menunjuk Jasa Raharja sebagai pengelola.

Jasa Raharia bertugas memberikan santunan kepada korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum baik darat, laut/penyebrangan, udara dan kereta api yang sah dan korban kecelakaan lalu lintas jalan.

Kepala Jasa Raharja Cabang Sulsel Jahja Joel Lami menuturkan, pembayaran santunan per Januari-April 2018 naik 72,51persen.

"1 Januari hingga 31 Maret 2017 klaim santunan Rp 17,571 miliar. Sedangkan 1 Januari hingga 30 April 2018 klaim Rp 37,12 miliar. Artinya ada kenaikan secara tahunan sebesar Rp 15,60 miliar atau 72,51 persen dari periode yang sama tahun lalu di angka Rp 21,51 miliar," katanya ditemui di kantornya Jl Dr Sam Ratulangi Makassar, Minggu (20/5/2018) 

Baca: Buruan Registrasi Ulang Mudik Bareng Jasa Raharja, Batas Akhir 26 Mei

Angka tersebut sudah diperhitungkan dan diprediksi akan naik karena per Juni 2017 lalu, rerata santunan meningkat 100 persen.

Agar mempermudah klaim dan informasi terkait Jasa Raharja, aplikasi Jasa Raharja Online dikembangkan dengan platform yang lebih variatif sehingga pemanfaatannya bisa lebih luas.

"Aplikasi ini bukan hanya untuk mengurus santunan saja. Bisa juga buat beli tiket, cek kendaraan, cek yang macet dimana. Dikembangkan lagi misalnya bus yang ratingnya seperti apa, reputasi PO, nanti kita kembangkan terus," kata Jahja Joel Lami.

Baca: Buruan, Jasa Raharja Siapkan 1.060 Kursi Mudik, Ini Caranya

Jadi masyarakat bisa mengajukan santunan dengan gadget yang ada.

Mereka cukup sampaikan kapan kecelakaan, siapa korbannya, dan menunjukan NIK, data masuk ke kita, kita singkronkan datanya dengan kepolisian.

"Kita sampaikan untuk memenuhi persyaratannya, mereka tinggal klik, Insya Allah sudah terlayani dengan mudah," katanya. (aly)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved