Pengakuan Anak Mantan Teroris, Sering Diejek Hingga Diajarkan Pegang Senjata oleh Orangtua

Tahukah kamu ada pesantren khusus menampung anak narapidana terorisme selagi orangtuanya menjalani hukuman.

Pengakuan Anak Mantan Teroris, Sering Diejek Hingga Diajarkan Pegang Senjata oleh Orangtua
Anak-anak napi teroris 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tahukah kamu ada pesantren khusus menampung anak narapidana terorisme selagi orangtuanya menjalani hukuman.

Tampaknya pesantren khusus untuk anak-anak para napi terorisme tampaknya bisa dijadikan alternatif untuk anak pelaku pengeboman di Surabaya.

Ya, pelaku pengeboman di lokasi berbeda di Surabaya itu nyatanya turut mengajak istri serta anak-anaknya untuk melakukan aksi tersebut.

Tentu anak-anak tersebut tak bisa diklaim sebagai pelaku.

Karena mereka hanyalah anak-anak yang dalam hal ini menjadi korban doktrin dari orangtua mereka.

Baca: Keluarga Tolak Bom Gereja Dikubur di Kampung, Berikut Hukum Salati Jenazah Teroris

Baca: Ini Jam Kerja ASN di Bulukumba selama Ramadan

Baca: Nyesek Banget! Nagita Slavina Foto Bareng Rafathar, Netizen Bilang Mirip Ayu Ting Ting

Dalam insiden tersebut, terdapat empat orang anak pelaku teroris yang masih hidup.

Kondisi tersebut pastinya meninggalkan trauma mendalam untuk mereka.

Cacian hingga sentimen publik memungkinkan untuk dirasakan oleh mereka.

Dalam insiden ini, lagi-lagi anak lah yang menjadi korban.

Rumah pelaku peledakan bom Mapolrestabes Surabaya yang berada di Tambak Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, dijaga ketat sejumlah lapisan pengamanan, Selasa (15/5/2018).
Rumah pelaku peledakan bom Mapolrestabes Surabaya yang berada di Tambak Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, dijaga ketat sejumlah lapisan pengamanan, Selasa (15/5/2018). (handover)

Dilansir dari Video Vice News, pengalaman pahit saat menjadi anak seorang teroris pun turut dirasakan oleh Abdullah Azzam, anak Jumirin, mantan teroris.

Halaman
1234
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved