Teror Bom Surabaya, Bagaimana Sebenarnya Hukum Mensalati Jenazah Teroris Yang Meninggal Bunuh Diri?

Karena aksi teror, seorang istri menjadi janda, seorang suami menjadi duda, anak-anak menjadi yatim, orang-orang sehat menjadi cacat

Teror Bom Surabaya, Bagaimana Sebenarnya Hukum Mensalati Jenazah Teroris Yang Meninggal Bunuh Diri?
DOK POLRI
Bom meledak di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018) pagi.(Dok. Polri) 

Namun, diakui dia, baru ini yang berhasil.

Dia mengingatkan mengenai teroris perempuan bernama Novi yang ditangkap di daerah Jawa Barat pada 2017.

Novi ditangkap karena hendak melakukan serangan bunuh diri di Istana, Jakarta.

Baca: Ingat Dian Yulia Novi? Calon Pengantin Niat Serang Istana Negara Pakai Bom Panci Begini Nasibnya

Menurut Tito, fenomena serangan bunuh diri oleh wanita juga bukan pertama kali di dunia. Dia nyebut hal itu pernah terjadi di Srilanka dan India, juha Siria dan Irak.

"Perkembangan-perkembangan seperti ini tidak terkait dengan agama apapun, tapi terkait dengan jaringan, Filipina, dan terkait dengan jaringan di Timur Tengah," kata Tito.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada dan tidak terprovokasi informasi hoaks yang menyesatkan. 

Tito menjamin polisi akan memberikan informasi berkala insiden di Surabaya.

Polisi masih mengidentifikasi jumlah korban meninggal akibat insiden Senin (14/5/2018).

Sementara pada insiden bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, sebanyak 13 orang meninggal termasuk enam pelaku yang terdiri dari satu keluarga. 

Hukum Salati Jenazah Teroris Bom Bunuh Diri dan Koruptor

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved