Pilwali Makassar 2018
Sengketa Pilwali-Program Bagi-bagi Smartphone Disebut Tak Untungkan DIAmi
Mutmainnah membacakan, pemohon atau DIAmi, program bagi-bagi smartphone itu tidak menguntungkan pasangan DIAmi.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Komisioner Panitia Pengawas (Panwas), Nur Mutmainnah membacakan surat permohonan dari tim hukum Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) dalam Musyawarah Senketa Pemilihan Wali Kota Makassar 2018 di Sekretariat Panwas Kota Makassar, Jl Anggrek Raya, Makassar, Sulsel, Minggu (13/5/2018).
Mutmainnah membacakan, pemohon atau DIAmi, program bagi-bagi smartphone itu tidak menguntungkan pasangan DIAmi.
Selain itu, program pemerintah Kota Makassar dua kali tambah baik (2×+✓) juga tak menguntungkan DIAmi.
"Program pembagian smartphone itu tidak menguntungkan pemohon. Tagline 2×+✓ itu adalah program umum dan siapapun bisa menggunakannya," kata Mutmainnah membacakan permohonan Tim Hukum DIAmi.
Selain itu, pengangkatan tenaga honorer di Dinas Pendidikan kota Makassar juga tak menguntungkan DIAmi.
"Itu karena pemilihan itu bebas dan rahasia sehingga tak menguntungkan DIAmi," katanya.
Selain itu, Tim DIAmi juga menganggap pada sidang sengketa Pilkada di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) tidak melibatkan pemohon. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pilwali-makassar_20180513_114713.jpg)