Pilkada Enrekang 2018

ALOS Penegak Demokrasi Tuding Polres Enrekang Tak Netral di Pilkada

Hal itu dibuktikan dengan beberapa kasus dan laporan dari masyarakat yang sampai saat ini tidak jelas proses penyelesaiannya.

ALOS Penegak Demokrasi Tuding Polres Enrekang Tak Netral di Pilkada
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Aliansi Orang Sulawesi (Alos) Penegak Demokrasi berunjuk rasa di depan Mapolres Enrekang, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Jumat (11/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Aliansi Orang Sulawesi (Alos) Penegak Demokrasi berunjuk rasa di depan Mapolres Enrekang, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Jumat (11/5/2018).

Mereka menuntut profesionalisme dan netralitas Polres Enrekang dalam menyelesaikan laporan kasus-kasus perkara Pidana dalam Pilkada Enrekang 2018.

Dalam orasinya Koordinator Aksi, Riswanda, menuding Polres Enrekang tidak netral dan masuk angin pada pelaksanaan Pilkada Enrekang 2018.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa kasus dan laporan dari masyarakat yang sampai saat ini tidak jelas proses penyelesaiannya.

Olehnya itu, pihaknya menyatakan mosi tidak percaya terhadap netralitas Polres Enrekang dalam penanganan Pilkada 2018.

"Polres Enrekang sepertinya tak netral dalam menempatkan diri pada pelaksanaan Pilkada 2018, pasalnya ada beberapa aduan pidana yang dilakukan oleh Paslon tapi tidak ada penyelesaiannya sampai saat ini," kata Riswanda.

Sebagai contohnya, lanjut Riswanda, adalah dugaan pelecehan atau penodaan Pancasila yang dilakukan oleh Kandidat bupati petahana, Muslimin Bando yang sudah beberapa bulan tapi tidak ada kejelasan dalam penanganannya.

"Polres Enrekang jangan sampai kongkalikong dengan Paslon, harusnya ada informasi perkembangan terkait penanganan kasus pidana yang dilakukan oleh Paslon;" ujarnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved