Ditangani Kejari Barru, Bos Travel Shafamarwah Terancam Empat Tahun Penjara

Tersangka kasus dugaan penipuan yang dilakukan bos travel umrah PT Shafarwah Mulia Utama, Dr Lukman Jamaluddin, terancam hukuman empat tahun penjara.

Ditangani Kejari Barru, Bos Travel Shafamarwah Terancam Empat Tahun Penjara
akbar/tribunbarru.com
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intelijen) Kejari Barru, Erwin menerima pelimpahan berkas kasus dugaan penipuan oleh PT Shafamarwah Mulia Utama di kantornya, Rabu (9/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Barru berjanji akan melimpahkan berkas perkara bos travel umrah PT Shafamarwah Mulia Utama pekan ini ke Pengadilan Negeri (PN) Barru.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intelijen) Kejari Barru, Erwin usai menerima pelimpahan berkas kasus dugaan penipuan oleh PT Shafamarwah Mulia Utama di kantornya, Rabu (9/5/2018).

"Setelah kami terima berkas perkara travel umrah PT Shafamarwah hari ini, insya Allah dalam waktu tujuh hari ke depan kami segera akan limpahkan ke PN Barru," kata Erwin kepada TribunBarru.com.

Saat ini, lanjut Erwin, pihaknya sisa melengkapi perlengkapan administrasi dan surat dakwaan tersangka sebelum dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Barru.

Baca: Berkas Penipuan Travel Umrah PT Shafamarwah Sudah Tahap Dua, Kejari Barru Sita 20 Barang Bukti

"Barang bukti maupun tersangka telah kami terima dari Polisi. Dan sekarang ini yang tinggal dilengkapi saja yakni seperti surat dakwaan dan pelimpahan administrasi. Kemudian selanjutnya baru akan kami segera serahkan ke PN Barru," tuturnya.

Tersangka kasus dugaan penipuan yang dilakukan bos travel umrah PT Shafarwah Mulia Utama, Dr Lukman Jamaluddin, terancam hukuman empat tahun penjara.

"Ia melanggar pasal 63 ayat 2 UU nomor 13 tahun 2008 tentang perjalanan haji dengan anacaman hukuman empat tahun penjara," jelasnya.

Selain itu, lanjut Erwin, sesuai UU yang dilanggar tersebut, Dr Lukman Jalamaluddin juga terancam dikenakan denda maksimal 500 Juta.

"Tapi khusus hukuman denda itu besarannya akan disesuaikan dengan fakta persidangan nanti di PN Barru," tandasnya.

Sebelumnya, Dr Lukman Jalamaluddin diamankan lantaran diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 7 miliar dari 400 jamaah yang sudah mendaftar dan membayar.

Baca: Kemenag Barru: Travel Umrah PT Shafamarwah Mulia Utama Tak Miliki Izin

Dr Lukman ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Barru di salah satu Musalla di lingkungan Pekkae Kecamatan Tanete Rilau, usai melaksanakan salat asar, pada Senin (12/3/2018).

Kantor travel milik Dr Lukman, PT Shafamarwah Mulia Utama yang saat ini sudah disegel, berlokasi di lingkungan Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Sementara sang direktur, Dr Lukman juga sempat menjalani penahanan selama dua kali perpanjangan di Polres Barru sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Barru.

Penulis: Akbar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved