Deng Ical Buka Job Fair 2018 Disnaker Makassar

dengan adanya job fair ini bisa membantu pengangguran untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan ilmu dan keterampilannya.

Deng Ical Buka Job Fair 2018 Disnaker Makassar
abdiwan/tribuntimur.com
Ratusan pencari kerja memdati Job Fair yang di laksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar bekerja sama dengan kementrian Tenaga Kerja RI di Hotel Swiss-Bellin Panakkukang Makassar, Senin (7/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI membuka secara resmi Job Fair 2018, yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, di Hotel Swissbhell Panakukkang, Makassar, Senin (7/5/2018).

Job fair yang ke-7 kalinya digelar oleh Disnaker Makassar bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, bertujuan untuk menurunkan angka pengangguran di kota Makassar.

Dalam sambutannya, Deng Ical mengatakan dengan adanya job fair ini bisa membantu pengangguran untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan ilmu dan keterampilannya.

"Job fair ini tentu saja menjadi sebuah kesempatan bagi para pencari kerja untuk melihat perusahaan yang mana sesuai dengan kualifikasi dan keterampilan mereka," ujar Deng Ical.

Ratusan pencari kerja memdati Job Fair yang di laksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar bekerja sama dengan kementrian Tenaga Kerja RI di Hotel Swiss-Bellin Panakkukang Makassar, Senin (7/5/2018)
Ratusan pencari kerja memdati Job Fair yang di laksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar bekerja sama dengan kementrian Tenaga Kerja RI di Hotel Swiss-Bellin Panakkukang Makassar, Senin (7/5/2018) (abdiwan/tribuntimur.com)

Bahkan kata Deng Ical, hampir semua perusahaan di kota Makassar tidak lagi melihat dari ijazah atau pendidikan terahirnya, tapi yang dilihat adalah keahliannya.

Hal itu, menurut politisi Golkar ini, karena biasanya jika seseorang sudah menguasai komputer, bahasa Inggris dan keterampilan yang lain, maka lupa untuk mensertifikasi keahlian.

"Karena terkadang perusahan pencari kerja juga butuh itu. Selain kita mengandalkan keterampilan langsungnya, kita juga butuh untuk tanda pertanggungjawaban," tuturnya.

"Di sinilah pentingnya pendidikan advokasi, karena pendidikan advokasilah yang langsung mengisi keahlian sekaligus juga melakukan sertifikasinya," lanjut.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved