Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2018

Temui Nurdin Abdullah, Direktur PT Huadi Sebut Industri Nikel Bantaeng Siap Produksi

Menurut Jos Hideky, listrik dari PLN untuk mendukung proses produksi sebesar 40 MW sudah siap.

Tayang:
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Industri Pemurnian Nikel milik PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (PT Huadi) di Kawasan Industri Bantaeng (KIBa) sudah siap produksi. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Industri Pemurnian Nikel milik PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (PT Huadi) di Kawasan Industri Bantaeng (KIBa) sudah siap produksi.

Hal itu dijelaskan oleh Direktur PT Huadi, Jos Hideky, yang menghadap Bupati Bantaeng nonaktif Prof Nurdin Abdullah di Perumahan Dosen Unhas.

Jos Hideky menghadap Prof Nurdin Abdullah bersama Manajer PT Huadi, Lily Dewi. Manajemen Huadi melaporkan perkembangan terakhir kepada Bupati Bantaeng non aktif Prof Nurdin Abdullah tentang rencana ekspor 5 Mei.

"Kami tadi minta maaf karena kendala teknis yang kami hadapi membuat kami harus merencanakan ulang jadwal ekspor, tetapi pada prinsipnya kami siap produksi," jelas Jos Hideky via rilis tim Prof Andalan, ke tribun-timur.com, Sabtu (5/5/2018).

Menurut Jos Hideky, listrik dari PLN untuk mendukung proses produksi sebesar 40 MW sudah siap. Bahan baku nickel ore dan bahan baku pendukung lain juga sudah siap.

"Kami mengharapkan dukungan dari semua pihak agar produksi kami berjalan lancar sehingga kami dapat melanjutkan pembangunan ke tahap kedua sesegera mungkin sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat Bantaeng khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya"

Jos Hideky mengapresiasi penuh Prof Nurdin Abdullah selaku Bupati Bantaeng dan seluruh perangkatnya sehingga proses investasi PT Huadi untuk membangun industri nikel di Bantaeng berjalan lancar.

Alasan memilih Bantaeng pun, katanya, adalah karena dukungan Pemerintah Daerah di bawah pimpinan Prof Nurdin Abdullah yang sangat total.

Dijelaskan, industri ini untuk tahap pertama menampung 400 orang tenaga kerja.

"Sebagian besar tenaga kerja lokal. Mereka sebagian sudah menjalankan training di China selama dua bulan" jelas Lily Dewi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved