VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Polisi Tangkap Ibu Buang Bayi di Kayuloe Barat Jeneponto, Ini Pengakuannya

Miranti (32) ibu yang tega membuang bayinya di saluran pembuangan air rumahnya di Dusun Sampeang, Desa Kayuloe Barat

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Miranti (32) ibu yang tega membuang bayinya di saluran pembuangan air rumahnya di Dusun Sampeang, Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, kini menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polres Jeneponto, Kamis (03/05/2018).

Penangkapan Miranti yang dipimpin Kanit Buser Polres Jeneponto Bripka Abd Rasyad, dilakukan saat Miranti dalam perjalanan dari kecamatan Tamaletea menuju Kecamatan Binamu.

Kepada polisi, Miranti mengaku bayi yang ditemukan meninggal di salurang pembuangan air itu dilahirkannya sekitar pukul 02.00 dini hari tadi.

"Jam 12 mulai sakit perutku disitumi kayaknya kontraksi, jam dua saya ke wc (toilet) disitu lansung keluar jadi saya lansung siram air keluar," kata Miranti.

Masa kontraksi Miranti dianggap ganjil penyidik. Apakah Anda minum obat? tanya penyidik ke Miranti.

"Tidak bu, tidak minumka obat, air putihji selalu saya minum," jawab Miranti.

Saat proses kelahiran sang bayi, Miranti mengaku tidak seorang pun orang yang ada di rumahnya mengetahui kejadian itu.

"Tidak ada yang bantuka, saya sendiri yang kasih keluar karena tidur semuami orang di rumah, jadi saya sendiri yang tarik keluar, tidak ada yang bantuka, tidak ada juga suaranya menangis ini bayi," ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman mengaku masih melakukan penyelidikan lebih jauh terkait kasus itu.

"Kejadiannya itu sekitar jam enam pagi, jadi anggota ke lokasi, kemudian sorenya anggota kita tim Buser menangkap pelaku yang merupakan ibu dari sang bayi, dan pelaku juga telah mengakui perbuatannya," kata Boby.

Akibat perbuatannya, Miranti yang mengaku sebagai pegawai honorer di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto itu, terancam hukuman 15 Tahun penjara.

"Untuk ancaman hukumannya kita terapkan Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara," tegas Boby.

Kini Miranti masih menjalani BAP lebih lanjut oleh polisi untuk membuat terang kasus yang menggegerkan warg Kayuloe Barat itu. (*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved