VIDEO ON DEMAND
VIDEO: Ini Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Kayuloe Barat Jeneponto
Bayi perempuan itu ditemukan pertama kali oleh Baso Dg Bundu (60) saat hendak jalan-jalan pagi di sekitar halaman rumahnya.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muslimin Emba
TRIBUNJENEPONTO.COM, TURATEA - Warga Dusun Sampeang, Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, Jeneponto, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan, di comberang rumah seorang warga, Kamis (03/05/2018).
Bayi perempuan itu ditemukan pertama kali oleh Baso Dg Bundu (60) saat hendak jalan-jalan pagi di sekitar halaman rumahnya.
"Suamiku yang pertama lihat, jadi natanyaka bilang ada bayi jadi saya datangmi lihat, astaga ada betulan lansungka kaget jadi teriakma," kata istri Baso Kartini Dg Te'ne (55)
Menurut Kartini, bayi berjenis kelamin perempuan itu dalam posisi terlentang tanpa busana.
"Meninggalmi waktu ditemukan, di situ di comberan kasihan nasimpang baru tidak nabungkus juga sarung jadi Polisi tadi minta sarung baru nabungkus, tidak adami juga ari-arinya," ujar Kartini.
Mayat perempuan itu ditemukan di comberan rumah milik pasangan H Tawakkal Dg Rola dan Hadinda Dg Ngangki.
Pemilik rumah Hadinda Dg Ngangki yang ditemui juga mengaku kaget dengan penemuan mayat bayi di comberannya.
"Saya juga kaget, karena saya baru tahu waktunya ada orang ribut tadi, karena pagipi semua dibangung," ujar Dg Ngangki.
Apakah mendengar seseorang berjalan di samping rumah saat malam tadi?
"Tidak ada saya dengar apa-apa, karena habis Isya tidurmiki semua karena Haji Rola sudah beberapa hari ini tidak ke masjid salat karena sakit, saya juga ini masih agak pusing kalau jalan," ujarnya.
Polisi telah membawa mayat bayi perempuan yang diduga hasil hubungan gelap itu ke RSUD Lanto Dg Pasewang, Jeneponto untuk dotopsi. (*)