Oknum Pegawai PDAM Gowa Pungli, Pakar Hukum: Harus Penjara Hukumannya

Sanksi skorsing yang diberikan Dirut PDAM Gowa tidak sejalan dengan aturan yang berlaku.

Oknum Pegawai PDAM Gowa Pungli, Pakar Hukum: Harus Penjara Hukumannya
Prof Dr Marwan Mas SH MH 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Pakar Hukum Universitas Bosowa, Prof Marwan Mas menilai, sanksi skorsing yang diterima oknum pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Gowa yang melakukan Pungutan Liar (Pungli), sangatlah ringan.

Menurutnya, Pungli adalah bagian dari tindak pidana korupsi, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 12 huruf-e UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Korupsi).

"Penyelenggara Negara yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, seharusnya penjara hukumnya," ujarnya, Senin (30/4/2018).

Olehnya itu, sanksi skorsing yang diberikan Dirut PDAM Gowa tidak sejalan dengan aturan yang berlaku.

Baca: Lakukan Pungli, Dirut PDAM Gowa Rumahkan Pegawai Selama Dua Bulan

Sebab hukuman skorsing tidak akan menimbulkan efek jera bagi pelaku, dan seharusnya dikirim ke penyidik kepolisian.

"Ancaman pidananya itu penjara 20 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 250 juta. Bagi pelaku korupsi termasuk pelaku pungli yang nilainya kurang dari Rp 5 juta, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta," lanjutnya.

Sebelumnya, seorang oknum pegawai PDAM Gowa kedapatan melakukan pungli dengan meminta uang pada warga yang namanya masuk dalam daftar program Hibah Air Bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Program dari pemerintah pusat ini sudah ditekankan gratis dan tidak dipungut biaya sama sekali untuk pemasangan sambungan rumah.

Namun hanya biaya per bulannya Rp 200 ribu.

Menurut keterangan Humas PDAM Gowa Nurdiansyah, ada 10 masyarakat yang diminta biaya pemasangan sambungan rumah. Dengan nilai bervariasi sampai Rp 200 ribu perorang.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved