Ngeri, Sebelum Puasa Penyidik KPK ke Makassar Cek Kasus Ketapang

Lanjut Kombes Yudhiawan yang juga mantan penyidik KPK selama 8 tahun, kedatangan tim KPK ke Makassar ialah untuk mengecek

Ngeri, Sebelum Puasa Penyidik KPK ke Makassar Cek Kasus Ketapang
SANOVRA JR
Deretan pohon ketapang kencana yang ditanam diatas trotoar Jl Haji Bau, Makassar, Rabu (20/9). Proyek pengadaan tujuh ribu bibit pohon ketapang yang menghabiskan dana APBD sebanyak Rp9,3 miliar program Pemkot Makassar diduga terdapat unsur penyimpangan yang mengarah ketindak pidana korupsi (Tipikor). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), segera sambangi Kota Makassar untuk mengecek tiga kasus dugaan korupsi yang telah disupervisi.

Tiga kasus itu ialah dugaan korupsi pengadaan pohon Ketapang Kencana tahun 2016, UMKM, dan pengadaan barang jasa BPKAD di Pemkot Makassar.

Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengungkapkan, tim penyidik dari KPK RI telah jadwalkan untuk ke Makassar soal tiga kasus itu.

"Jadi pertengahan bulan Mei, penyidik KPK akan datang mengecek tiga kasus ini," ungkap Kombes Yudhiawan kepada tribun timur.com, Jumat (27/4/2018).

Lanjut Kombes Yudhiawan yang juga mantan penyidik KPK selama 8 tahun, kedatangan tim KPK ke Makassar ialah untuk mengecek perkembangan sejauh mana kasus itu.

"Sejauh ini tidak masalah dipenyidikan secara teknis, hanya saja untuk pastikan kasus ini dan sesuai yang didiskusikan waktu di KPK kemarin," ujar Yudhiawan.

Sebelumnya, tiga kasus yang bergulir di lingkup Pemerintah Kota Makassar itu telah di Supervisi oleh tim penyidik KPK RI sejak tertanggal 3 April 2018 lalu.

Diketahui, petugas Koordinasi Supervisi (Koorsup) Penindakan KPK dan penyidik Polda Sulsel melakukan gelar perkara di gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/4).

Untuk kerugian negara, Pohon Ketapang lebih Rp 1 Milyar, kemudian kasus UMKM kurang lebih Rp 400 juta, sedangkan kasu spengadaan barang masih dihitung lagi.

Selain telah melakukan gelar perkara dari tiga kasus yang disupervisi ke KPK, Polda Sulsel juga telah mengirim Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP).

"Kita telah mengirim SPDP tersebut ke pihak KPK dan penyidik KPK berhak untuk laksanakan pengecekan, sejauh mana penyidikan," tambah Yudhiawan.

Dari tiga kasus yang Supervisi ke KPK itu, Walikota Makassar Danny Pomanto turut diperiksa berstatus sebagai saksi dalam tiga kasus dugaan korupai itu.

Untuk agenda pemeriksaan kembali terhadap Danny Pomanto, Yudhiawan mengakui, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel belum ada agenda

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved