PKPU: Jumlah Tagihan Abu Tours Capai Rp 650 Miliar

Tasman merupakan pengurus yang ditunjuk langsug Majelis Hakim Pengadilan Niaga Makassar.

PKPU: Jumlah Tagihan Abu Tours Capai Rp 650 Miliar
sanovra/tribuntimur.com
Sejumlah korban yang mengajukan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) menyaksikan persidangan yang diajukan agen PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours & Travel) di Pengadilan Negeri Makassar 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Pengurus Permohonan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) hingga hari ini masih terus mengumpulkan jumlah tagihan yang harus dibayar oleh PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours & Travel).

Pengurus PKPU mencatat jumlah tagihan sementara yang masuk dalam daftar yakni mencapai Rp 350 miliar untuk wilayah Makassar, Rp 110 miliar wilayah Palembang dan Rp 200 miliar dari Jakarta.

"Jika ditotalkan secara keseluruhan nilai sudah hampir Rp 650 miliar," kata Tim Pengurus PKPU Tasman Gulton kepada Tribun, Selasa (24/04/2018).

Tasman merupakan pengurus yang ditunjuk langsug Majelis Hakim Pengadilan Niaga Makassar.

Baca: Sudah 93 Aset Milik Abu Tours Disita Polda Sulsel, Sudah Bisa Tebus Uang Jamaah?

Tasman mengaku semenjak pendaftaran dibuka, ratusan kreditur sudah datang mengajukan pendaftaran, baik jamaah atau vendor. "Kalau total kreditur saya lupa berapa jumlahnya," ujarnya.

Nilai tagihan yang harus dibayar PT Abutours kata Tasman dipastikan masih bertambah.

Pasalnya, PKPU masih membuka peluang kepada kreditur untuk mengajukan pendaftaran paling lambat 26 April 2018.

"Kami sampaikan kepada kreditor untuk mendaftarkan tagihanya. Karena batas pendaftaran paling lambat tanggal 26 April," tuturnya.

Baca: Polda Sulsel Tetapkan Tersangka Baru Abu Tours

Pendaftaran tagihan bisa mendatangi posko di Jalan Rumah Sakit Faisal, Makassar dan posko di wisma Nugraha Lantai V Jakarta.

Posko dibuka mulai pukul 09.00 Wita pagi sampai pukul 17.00 Wita.

Syaratnya untuk mengajukan hanya melampirkan kuitansi, bukan dalam bentuk angka. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved