Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

HUT ke 6, Aston Makassar Bersihkan Patung Sultan Hasanuddin

Juga menyiapkan enam kegiatan dengan berbagai konsep diantaranya kegiatan dengan konsep sosial.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Aston Makassar menggelar Aksi Peduli dengan menggerakkan manajemen untuk turun langsung membersihkan dan mengecat ulang Patung Sultan Hasanuddin, Jl Sultan Hasanuddin No 10, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Aston Makassar menggelar Aksi Peduli dengan menggerakkan manajemen untuk turun langsung membersihkan dan mengecat ulang Patung Sultan Hasanuddin, Jl Sultan Hasanuddin No 10, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/4/2018).

Rangkaian kegiatan ini menyambut Ulang Tahun Aston Makassar Hotel yang ke-6 yang jatuh pada 17 Mei 2018 mendatang.

Tema yang diangkat dengan Great 6th Anniversary ini, menyiapkan enam kegiatan dengan berbagai konsep diantaranya kegiatan dengan konsep sosial.

"Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan beberapa bulan sekali untuk menanamkan kesadaran terhadap kita semua akan pentingnya sejarah dan peninggalan Pahlawan Nasional kita," kata General Manager, Joko Budi Jaya melalui rilis yang diterima tribun-timur.com, Sabtu (21/4/2018).

Menurutnya, patung pahlawan tersebut tepat berada di sekitar Aston Makassar Hotel yang juga menjadi tanggung jawab bersama.

Aston Makassar mengajak warga sekitar dalam menjaga dan merawat patung bersejarah yang pada masa penjajahan Belanda, Sultan Hasanuddin diberikan julukan sebagai Ayam Jago dari Timur tersebut.

"Menjadi tugas kita bersama untuk menjaga sejarah dan budaya Kota kita, sehingga mendorong daya tarik pariwisata di suatu daerah, apalagi di Makassar juga menjadi salah satu kota yang memiliki kekayaan akan peninggalan sejarah-sejarah pada masa penjajahan," ujarnya.

Joko Budi menambahkan, beberapa karyawan perempuan pun turun tangan dalam pembersihan dan pengecatan ulang Patung Sultan Hasanuddin dimana tidak ada keraguan untuk perempuan-perempuan akan pekerjaan yang biasanya hanya dapat dilakukan oleh pria.

"Kami tidak membedakan, perempuan-perempuan ini juga dapat mengecat pada Aksi Peduli kali ini. Jadi semua pada semangat, jiwa-jiwa Kartini mereka juga tidak akan hilang," tuturnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved