VIDEO: Viral, Wanita asal Bulukumba Ini Tanggapi Isu Penutupan Facebook Pakai Bahasa Konjo
Sebuah video ibu-ibu yang mengaku sebagai pedagang online shop (Olshop) beredar di grup WhatsApp, Jumat (20/4/2018).
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Sebuah video ibu-ibu yang mengaku sebagai pedagang online shop (Olshop) beredar di grup WhatsApp, Jumat (20/4/2018).
Bukan menjual, namun ia protes mengenai rencana penutupan facebook yang santer dikabarkan sepekan terakhir ini.
Uniknya, ibu-ibu tersebut berbicara menggunakan bahasa konjo, bahasa khas Kabupaten Bulukumba, selain bahasa bugis.
Video yang berdurasi 2 menit 8 detik itu memperlihatkan aksi ibu-ibu tersebut yang memohon kepada pemerintah untuk tidak menutup facebook.
Pasalnya, kata dia, facebook merupakan tempat dirinya mencari rezeki dan sebagai ladang penghasilannya.
Belum diketahui identitas ibu-ibu tersebut, namun dari gaya bicara dan bahasanya, ibu-ibu tersebut diduga berasal dari Bulukumba.
"Anre kularro inni, anre. Angkuta'nangkuji kodong, langura facebook ero ri tongko, angurai, apa saba? Pauang saa do. Punna anremo facebook anterema kodong ngalle doi, apa la ku kanre," sebagian kata-katanya pada video.
Artinya, saya tidak marah ini, tidak. Saya hanya bertanya, kenapa facebook mau ditutup. Apa sebabnya? Tolong beritahu saya. Kalau facebook sudah tidak ada lagi, dimana saya bisa dapat uang, apa yang bisa saya makan.
Simak videonya. (*)