Pedagang 'Pasar' Al-Markaz Maros Mengaku Merugi, Ini Penyebabnya

Beberapa pedagang tidak mendapatkan tempat jualan. Ada juga memilih berjualan di dekat menara yang sementara pembangunan.

Pedagang 'Pasar' Al-Markaz Maros Mengaku Merugi, Ini Penyebabnya
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Sejumlah pedangang di pasar Al-Markaz Maros berjualan di atas besi baja menara yang belum terpasang. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Seorang pedagang pasar Al-Markaz Maros, Madi berharap, pekerja kontraktor segera merampungkan bangunan baru menara masjid yang terbengkalai, Jumat (20/4/2018).

Perampungan itu harus segera dilakukan pekerja, supaya besi baja tidak menumpuk lagi di pasar Al-Markaz.

Selain menyusahkan, tumpukan besi tersebut juga berdampak pada jumlah pembeli. Sejak menumpuk, pembeli berkuang drastis.

Sebelumnya, Madi meraup keuntungan kisaran Rp 500 ribu. Namun setelah besi baja memumpuk, keuntungan maksimal Rp 200 ribu.

"Dulu, baju jualan saya laris. Tapi saat kami jualan di atas besi, pelanggan sudah malas datang melihat-lihat barang. Itu merugikan kami, beberapa bulan terakhir," ujarnya.

Akibat tumpukan besi tersebut, beberapa pedagang tidak mendapatkan tempat jualan. Pedagang tersebut memilih berjualan di dekat menara yang sementara pembangunan.

"Kami harap kontrakor segera rampungkan bangunan menara. Kalau tidak, maka pedagang akan terus seperti ini, berjualan di atas besi ditambah lagi, pelanggan sepi," ujarnya. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved