Kasus Penipuan Abu Tours

Jamaah Abu Tours Terbelah Soal PKPU, 363 Agen Tak Setuju

Rapat kreditur dilaksanakan di Pengadilan Niaga Makassar. Tapi sayangnya, tidak mendapat dukungan dari seluruh jamaah.

Jamaah Abu Tours Terbelah Soal PKPU, 363 Agen Tak Setuju
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Tim pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours & Travel) meminta agar para jamaah haji dan umrah segera mendaftarkan tagihannya. Dalam rapat kreditur PKPU yang digelar di Pengadilan Niaga Makassar 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Kasus dugaan penipuan dan pencucian uang setoran ribu calon jamaah umrah oleh tersangka, Muhammad Hamzah Mamba alias Abu Hamzah (35) sudah bergulir di Pengadilan Niaga Makassar.

Sidang lanjutan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap Abu Tours yang diajukan tiga agen jamaah umrah tetulah memasuki tahap rapat kreditur.

Rapat kreditur dilaksanakan di Pengadilan Niaga Makassar, Kamis (19/04/2018) siang. Tapi sayangnya, sidang PKPU ternyata tidak mendapat dukungan dari seluruh jamaah yang menjadi korban.

Salah satunya adalah mitra dan agen yang tergabung dan Perkumpulan Mitra Ageng Abu Tours (Permatours) yang mewakili sekitar 363 agen dengan menaungi 41 ribu jamaah haji dan umrah

"Kalau membaca aspirasi dari agen. PKPU ini ujung ujungnya pailit, bangkrut dan tidak menguntungkan. Hitung hitungan kemarin cuma Rp 34 miliar. Invesitasi yang disebabkan debitur Rp 1,8 Triliun. Apa yang didapat jamaah," sebutnya.

PKPU yang diajukan sebagian agen salah jalur dan hanya kepentingan pribadi.

"Kami yang tergabung dari Permatours hanya mengikut proses PKPU fulu. Kami harap PKPU berjalan ditempat, tidak sampai pailit," ujarnya.

Amin mengatakan jika sampai dinyatakan pailit, maka hak keperdataan agen dan jamaah selesai. Tanggungjawab keperdataan Abu Hamzah selesai.

"Banyak yang masuk bukan untuk kepentingan masyarakat jamaah tapi kepentingan pribadi," sebutnya. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved