Bosowa Semen Siap Bantu Percepatan Pembangunan Bandara Buntu Kunyi Toraja

Pembangunan Bandara Buntu Kunyi di Kabupaten Tana Toraja bakal dilanjutkan setelah mangkrak dua tahun lebih.

Bosowa Semen Siap Bantu Percepatan Pembangunan Bandara Buntu Kunyi Toraja
HANDOVER
Perwakilan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Anas Labakara audience bersama manajemen Bosowa Semen di Pabrik Bosowa Semen, Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Maros, Selasa (10/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan Bandara Buntu Kunyi di Kabupaten Tana Toraja bakal dilanjutkan setelah mangkrak dua tahun lebih.

Hal itu terungkap saat perwakilan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Anas Labakara audience bersama manajemen Bosowa Semen di Pabrik Bosowa Semen, Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Maros, Selasa (10/4/2018).

Dalam pertemuan itu, Anas menyebutkan, kendala utama dihadapi dalam percepatan pembangunan bandara tersebut adalah faktor alam.

Di sekitar lokasi pembangunan bandara terdapat gunung dan dua aliran sungai.

Maka pembangunan landasan pacu harus disesuaikan dengan kondisi alam tersebut.

Baca: Balitbanghub Pertanyakan Kelayakan Pembangunan Bandara Buntu Kunyi Tana Toraja

“Kedatangan kami ke pabrik Bosowa untuk mengecek suplai semen, agar kerja sama ini juga berjalan baik,” ujar Anas melalui rilis diterima Tribun Timur, Rabu (11/4/2018).

Marketing Division Head Bosowa Semen, Febby Triady menyambut baik kerjasama tersebut.

Ia pun memastikan stok Bosowa Semen untuk pembangunan bandara Buntu Kunik akan lancar.

Sehingga Bosowa turut berkontribusi dalam membangun Indonesia, khususnya percepatan pembangunan di Toraja sebagai objek wisata Sulsel.

Seperti diketahui, kelanjutan pembangunan Bandara Buntu Kunik mendapatkan kucuran dana Rp 60 miliar tahun anggaran 2018, dari Kementerian Perhubungan.

Baca: Bosowa Semen Tanam Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak Warga

Melalui Dirjen Perhubungan Udara, akan membangun delapan bandara, baik bandara baru dan bandara revitalisasi/penggunaan kembali bandara lama.

Mengacu pada Perpres 58 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Sstrategis Nasional (PSN) dan disesuaikan dengan program Nawa Cita poin 3 dan poin 7.

Poin tersebut berisi mandat pembangunan dari kawasan pinggiran dan poin 7 mengenai kemandirian ekonomi yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved