Breaking News:

Usut Pembabatan Mangrove di Marusu, Gakkum DLH Gandeng Ahli Lingkungan

Memasang garis Police Line, mengatakan, pihaknya tidak bisa menetapkan tersangka tanpa melalui tim ahli.

TRIBUN TIMUR/ANSAR
Gakkum Dirjen Lingkungan Hidup memasang police line di lahan pembabatan hutan mangrove seluas satu hekatre di Dusun Kuri Lompo, Desa Nisombalia, Marusu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Dirjen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi bakal menggandeng ahli lingkungan, untuk menyeret tersangka pembatatan hutan mangrove di Dusun Kuri Lompo, Desa Nisombalia, Marusu.

Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum, Muh Nur turun saat turun ke lokasi dan memasang garis Police Line, mengatakan, pihaknya tidak bisa menetapkan tersangka tanpa melalui tim ahli.

"Kami akan gandeng ahli untuk menentukan apakah ini masuk pengrusakan lingkungan. Meski kami sudah tahu ada pelanggaran, tapi tetap dibutuhkan keterangan saksi ahli," ujarnya, Rabu (4/4/2018).

Muh Nur menyampaikan, siapapun oknum yang terlibat, termasuk dari Pemerintahan, maka semua akan diseret ke ranah hukum.

Dia curiga ada oknum yang membekengi warga, sehingga berani membabat. Para pekerja juga telah menerima upah jutaan rupiah dari mantan Kepala Dusun Kuri Lompo, Syamsuddin.

"Kami harus proses sesuai aturan. Pengrusakan lingkungan jelas sekali dilarang. Ancaman hukumannya berupa disanksi pidana," katanya. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved