Pemkab Enrekang Anggarkan Rp 6,7 M Tanggung BPJS KIS Milik 37 Ribu Warga Kurang Mampu

Namun, tahun 2018 ini terdapat penambahan kuota sebesar 10 ribu dengan anggaran senilai Rp 2,3 miliar.

Pemkab Enrekang Anggarkan Rp 6,7 M Tanggung BPJS KIS Milik 37 Ribu Warga Kurang Mampu
muh azis albar/tribunenrekang.com
Plh Kepala Dinkes Enrekang, Sutrisno 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas kesehatan menggelontorkan anggaran Rp 6,7 miliar untuk subsidi BPJS KIS tahun 2018 ini.

Anggaran tersebut untuk menanggung subsidi BPJS KIS milik 37.192 warga kurang mampu di Kabupaten Enrekang. Menurut Plh Kepala Dinkes Enrekang, Sutrisno, pada tahun 2017 lalu jumlah warga yang ditanggung KISnya hanya berjumlah 27.192.

Dengan anggaran untuk subsidi tersebut Rp 7,4 miliar ditanggung bersama antara Pemda dengan Provinsi perbandingan 60:40. Sehingga pada 2017 lalu, Pemda hanya menggelontorkan anggaran untuk KIS senilai Rp 4,4 miliar.

Namun, tahun 2018 ini terdapat penambahan kuota sebesar 10 ribu dengan anggaran senilai Rp 2,3 miliar.

Baca: Peserta BPJS Kesehatan Bisa Dapat Diskon 10 Persen di Browcyl Brownis

Baca: Kepala BPJS Sinjai: 59.500 Warga Belum Terbaca di Sistem

"Jadi tahun ini, kita ada penambahan anggaran Rp 2,3 miliar untuk subsidi 10 ribu warga kurang mampu yang mendapatkan KIS, sehingga tahun ini total kita anggarakan sebesar Rp 6,7 miliar," kata Sutrisno kepada TribunEnrekang.com, Rabu (4/4/2018).

Ia menjelaskan, penambahan penerima bantuan subsidi KIS tersebut dilakukan sesuai kebijakan pemerintah pusat yang menginginkan minimal 70 persen warga di seluruh kabupaten terdaftar sebagai peserta BPJS dan KIS.

"Jadi tahun lalu, kita masih kekurangan sekitar 27 ribu peserta untuk capai angka 70 persen, makanya tahun ini kita lakukan penambahan sebesar 10 ribu," ujarnya.

Sehingga, lanjut Sutrisno, pada tahun 2019 diharapkan bisa bertambah lagi 15 ribu kuota peserta BPJS untuk bisa mencapai target 70 persen yang dibebankan pemerintah pusat.

"Jadi harapan kita tahun 2019, target 70 persen itu sudah bisa kita capai dengan mengupayakan ada penambahan 15 ribu lagi peserta entah itu BPJS mandiri ataupun KIS," tuturnya.

Terkait data warga penerima KIS, Ia mengaku didasarkan atas data dari Dinas sosial Enrekang.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved