Pelayanan RSUD Lamadukelleng Buruk, DPRD Wajo Geram
Apalagi, terang Husny, akreditasi RSUD Lamaddukkelleng lebih tinggi dibanding RSUD Nene Mallomo.
Penulis: St Hamdana Rahman | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman
TRIBUNWAJO.COM, TANASITOLO - DPRD Kabupaten Wajo mengimbau RSUD Lamaddukkelleng membenahi manajemennya.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Wajo Hj Husniaty Hs saat pertemuan dengan Direktur RSUD Lamaddukkelleng dr Nurtangsi serta direksi lainnya, Selasa (3/4/2018).
Menurutnya, pasien yang dirujuk dari RSUD Lamaddukkelleng ke RSUD Nene Mallomo Sidrap menjatuhkan wibawa pemerintah daerah.
Apalagi, terang Husny, akreditasi RSUD Lamaddukkelleng lebih tinggi dibanding RSUD Nene Mallomo.
"Hanya karena persoalan selembar kain steril, pasien kita harus dirujuk ke rumah sakit di kabupaten tetangga? Wibawa kita tentu jatuh hanya karena itu," jelas Husni dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Wajo H Risman Luqman menekankan agar dokter selalu siaga di RS meskipun weekend.
"Intinya, perbaiki manajemen dok. Jangan sampai dokter tak ada di RS saat akhir pekan. Bukannya melarang libur, tapi manajemen pembagian tugasnya harus didisiplinkan," tutur H Risman.
Menurut Husny, pelayanan RSUD yang berada di Jl. Kartika Chandra Kirana itu jadi keluhan terbanyak saat anggota dewan melakukan pertemuan dengan konstituen.
"Kalau ada pasien yang butuh tindakan cepat, segera lakukan, jangan tunggu administrasi dulu. Dan kalau ada rakyat miskin kekurangan biaya, itu lah gunanya kita titipkan anggaran cadangan sebanyak Rp 2 milyar di RS," tegas Husny.
Sebelumnya diinformasikan, komunitas sosial Forum Sibawaki' mewakili masyarakat mengadukan pelayanan RSUD Lamaddukkelleng yang dianggap buruk.